SATUMEDIA.ID – Pertunjukan barongsai dan liong kembali memeriahkan suasana libur Tahun Baru Imlek di kawasan wisata Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (17/2/2026). Atraksi budaya yang menjadi agenda tahunan ini digelar sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus menghadirkan hiburan bagi para wisatawan.
Art and Event Manager Dusun Bambu, Eric Candra Ekstrada, mengatakan bahwa pertunjukan barongsai dan liong telah menjadi kalender tahunan yang selalu dinantikan pengunjung. Selain mempertahankan nilai budaya, kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan bagi destinasi wisata tersebut.
“Pertunjukan barongsai dan liong di momen libur Hari Raya Imlek sudah menjadi agenda rutin. Setiap tahun kami selalu menghadirkan konsep dan atraksi baru,” ujar Eric.
Atraksi yang dimulai pukul 11.00 WIB itu berlangsung selama sekitar tiga jam dengan menghadirkan Perguruan Long Wang sebagai pengisi acara utama. Selain barongsai dan liong, pengunjung juga disuguhkan penampilan wushu serta tarian tradisional.
Rangkaian pertunjukan dimulai dari area dataran tertinggi Dusun Bambu, Lembur Urang, kemudian bergerak menuju Taman Arimbi, FIDO atau area e bike dan logo Dusun Bambu, Pasar Katulistiwa, restoran Burangrang, hingga berakhir di Danau Purbasari sejauh 1 kilometer. Iring-iringan tersebut menarik perhatian wisatawan yang memadati kawasan wisata.
Antusiasme pengunjung terlihat dari interaksi langsung dengan pemain, termasuk tradisi pemberian angpao. Pada libur Imlek tahun ini, wisatawan yang berkunjung masih didominasi
“Secara umum wisatawan yang berkunjung ke Dusun Bambu malah didominasi dari Malaysia yang mencapai 60 persen,” ujarnya.
Sementara itu, pendiri Perguruan Long Wang, Agus Hendrik Priatna, menjelaskan bahwa pertunjukan tahun ini mengusung tema kemajuan dan harapan baik di tahun Kuda Api. Konsep tersebut dihadirkan melalui berbagai atraksi yang menantang, termasuk permainan barongsai di atas meja yang membutuhkan tingkat kesulitan tinggi.
“Khusus pertunjukan di Dusun Bambu, kami berlatih selama seminggu,” sebutnya.
Ia menyebutkan, pertunjukan melibatkan 28 personel dan menghadapi tantangan tersendiri karena digelar di ruang terbuka, terutama terpaan angin di area dataran tinggi.
“Barongsai identik dengan kemeriahan, suara tabuhan yang meriah dipercaya mampu mengusir energi negatif sekaligus membawa harapan kesuksesan,” kata Agus.
Perguruan Long Wang yang berasal dari Bandung ini telah menjalin kerja sama selama tiga tahun dengan Dusun Bambu untuk menghadirkan pertunjukan budaya yang semakin berkualitas dan menarik minat wisatawan.*





