Abbasiyah Market Hadir di TWGC Lembang, Wisata Ramadan Rasa Timur Tengah

Abbasiyah Market di TWGC Lembang, KBB diharapkan menjadi alternatif destinasi ngabuburit dan buka bersama yang berbeda selama Ramadan tahun ini.(Darma/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Nuansa Timur Tengah terasa kental di Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC), Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Selama Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 2026 Masehi, destinasi wisata alam ini menghadirkan konsep tematik bertajuk “Abbasiyah Market”.

Konsep tersebut mengusung suasana pasar pada masa kejayaan Islam, lengkap dengan sentuhan kuliner, busana, hingga gaya interaksi ala pasar klasik Timur Tengah. Pasar pop-up ini dirancang sebagai ruang berkumpul dengan pengalaman berbeda dari suasana kota.

Head Marcomm TWGC, Awan Septiaji, mengatakan konsep Abbasiyah Market dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin berlibur, berbuka puasa bersama, atau menggelar gathering dengan suasana yang tidak monoton.

“Intinya kami ingin menjadikan Terminal Wisata Grafika Cikole sebagai titik kumpul, baik untuk pasangan muda, Gen-Z, maupun orang-orang kantoran yang mulai bosan dengan kehidupan di kota,” ujar Awan, Sabtu (21/2/2026).

Menurut dia, selama ini pilihan buka bersama atau acara kebersamaan cenderung terbatas di hotel dan restoran. Karena itu, TWGC mencoba menghadirkan alternatif baru dengan memadukan konsep pasar tematik dan suasana hutan pinus Lembang.

Nama “Abbasiyah” dipilih bukan tanpa alasan. Awan menjelaskan, konsep tersebut terinspirasi dari masa keemasan peradaban Islam. Unsur makanan, pakaian, cara berdagang, hingga gambaran kehidupan pasar pada era tersebut diadaptasi dan diaplikasikan di tengah alam terbuka.

Nuansa Timur Tengah terasa kental di Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC), Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

“Mulai dari model makanannya, pakaiannya, cara berdagang, sampai gambaran kehidupan pasar Abbasiyah itu seperti apa, kami aplikasikan di dalam hutan,” katanya.

Mengusung konsep tematik di tengah hutan, TWGC juga membidik rasa penasaran generasi muda. Awan menyebut, pengalaman berbeda ini diharapkan memunculkan efek FOMO (fear of missing out) bagi pengunjung, khususnya kalangan Gen-Z dan komunitas korporat.

Tak hanya berlangsung selama Ramadan, Abbasiyah Market direncanakan tetap hadir hingga periode Lebaran Idul Fitri. Bahkan saat memasuki musim libur atau high season, konsep ini akan tetap dipertahankan.

Dari sisi fasilitas, Abbasiyah Market tak sekadar menjadi tempat berburu kuliner atau berbelanja. Berbagai aktivitas interaktif juga disiapkan untuk menarik minat pengunjung.

Di area pasar pop-up ini, pengunjung dapat mengikuti beragam permainan, berinteraksi dengan hewan mulai dari burung hingga mamalia, serta berfoto atau menunggangi hewan tertentu.

Bagi pecinta aktivitas luar ruang, tersedia pula wahana berkuda dan ATV. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti workshop kreatif seperti membuat kalung, gelang, cinderamata, hingga face painting.

Dengan kombinasi konsep sejarah, hiburan, dan petualangan di alam terbuka, Abbasiyah Market di Lembang diharapkan menjadi alternatif destinasi ngabuburit dan buka bersama yang berbeda selama Ramadan tahun ini.*

 

Pos terkait