SATUMEDIA.ID – bank bjb kembali menawarkan instrumen investasi berbasis keberlanjutan melalui penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat struktur pendanaan sekaligus memperluas pembiayaan proyek ramah lingkungan dan sosial di Indonesia.
Instrumen pendapatan tetap tersebut ditujukan bagi investor korporasi maupun ritel. Selain menawarkan imbal hasil kompetitif, obligasi ini juga menegaskan konsistensi bank bjb dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam model bisnisnya.
Obligasi ini memperoleh peringkat idAA (Double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Peringkat tersebut mencerminkan kapasitas yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.
Dalam penerbitan tahap II ini, obligasi dibagi menjadi dua seri: Seri A: tenor 3 tahun dengan indikasi kupon 5,45 persen hingga 6,05 persen per tahun, dan Seri B: tenor 5 tahun dengan indikasi kupon 5,70 persen hingga 6,30 persen per tahun.
Struktur tersebut memberikan alternatif pilihan bagi investor sesuai profil risiko dan horizon investasi masing-masing.
Minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp 5 juta dan berlaku kelipatan yang sama, tanpa batas maksimum pembelian.
Masa penawaran awal (book building) berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026. Pembayaran dari investor dijadwalkan pada 30 Maret 2026, sedangkan distribusi secara elektronik dilakukan pada 31 Maret 2026.
Bagi investor perseorangan, persyaratan administratif meliputi kepemilikan KTP yang terdaftar di Disdukcapil, rekening simpanan di bank bjb, serta rekening efek di bank bjb.
Dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk pembiayaan proyek berwawasan lingkungan dan sosial. Fokusnya mencakup pengembangan energi baru dan terbarukan, pembiayaan perumahan, hingga penguatan sektor UMKM dan mikro.
Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan global, termasuk target Sustainable Development Goals (SDGs) dan komitmen pengendalian perubahan iklim dalam kerangka Paris Agreement.
Penerbitan tahap II ini melanjutkan keberhasilan tahap sebelumnya. Pada akhir 2024, Sustainability Bond Tahap I bank bjb tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,66 kali dari target awal. Tingginya minat investor dinilai mencerminkan kepercayaan pasar terhadap instrumen berbasis ESG yang diterbitkan perseroan.
Sebagai instrumen investasi, obligasi menawarkan imbal hasil tetap dalam periode tertentu, sehingga relatif stabil bagi investor yang menginginkan arus pendapatan terprediksi. Kehadirannya juga dapat menjadi sarana diversifikasi portofolio untuk mengelola risiko secara lebih optimal.
Dengan peringkat kuat, kupon kompetitif, serta orientasi pembiayaan berkelanjutan, Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 menjadi bagian dari strategi bank bjb menghadirkan solusi investasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berdampak bagi pembangunan ekonomi nasional.*





