SATUMEDIA.ID – Bulan Ramadan dimanfaatkan Baznas Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai momentum memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada para pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan desa.
Kegiatan sosialisasi digelar di Kecamatan Sindangkerta, KBB, dan diikuti pengurus UPZ dari 11 desa pada Rabu (25/2/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas KBB H. Saiful Rachman, Ketua dan Sekretaris UPZ Kecamatan Sindangkerta, perwakilan KUA Kecamatan Sindangkerta, serta perwakilan dari Universitas Bandung.
Wakil Ketua II Baznas KBB H. Saiful Rachman mengatakan, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terkait kewajiban berzakat.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Ini menjadi peluang efektif untuk melakukan sosialisasi, edukasi, dan literasi ZIS, baik kepada pengurus UPZ maupun masyarakat luas,” ujar Saiful.
Ia berharap, melalui penguatan peran UPZ di setiap kecamatan dan desa, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat maal, zakat fitrah, serta berinfak dan bersedekah semakin meningkat, tidak hanya saat Ramadhan tetapi juga pada bulan-bulan lainnya.
Saiful juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung Barat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
“Kami mengajak masyarakat KBB untuk berzakat melalui Baznas. Kami meyakini zakat mampu menguatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Universitas Bandung, Dr. Ahmad Labudi, S.Pd.I., M.Ud., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai forum sosialisasi itu juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyampaian informasi pendidikan kepada masyarakat.
Menurut dia, akses pendidikan tinggi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda di daerah. Universitas Bandung, yang berlokasi di Jalan Cipagalo Girang, Kota Bandung, membuka peluang bagi calon mahasiswa melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Ini menjadi peluang dan harapan agar masyarakat bisa mengakses pendidikan perguruan tinggi, sehingga lahir sarjana-sarjana dari kampung yang mampu menjawab perkembangan zaman,” ujar Ahmad.*