Magang Tak Lagi Menumpuk di Jawa, Menaker Siapkan Pemerataan ke 38 Provinsi

Program Pemagangan Nasional 2026 bukan hanya menjadi jembatan masuk dunia kerja, tetapi juga instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.(Dok.Kemenaker).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah menyiapkan langkah besar dalam pelaksanaan Program Pemagangan Nasional 2026. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, program tersebut akan diperluas ke seluruh provinsi di Indonesia, guna menghapus ketimpangan sebaran magang yang selama ini masih terpusat di Pulau Jawa.

Berdasarkan data MagangHub, peluang magang saat ini masih didominasi wilayah Jawa. Kondisi itu dinilai membuat akses lulusan baru di luar Jawa menjadi terbatas.

“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” ujar Yassierli, dikutip dari laman Kementerian Ketenagakerjaan, Minggu (1/3/2026).

Yassierli menjelaskan, pemerataan tidak dilakukan sekadar membagi kuota secara administratif. Kementerian akan menyusun peta target berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri masing-masing daerah.

Artinya, provinsi dengan kekuatan di sektor manufaktur, pariwisata, pertanian, atau ekonomi kreatif akan diarahkan mengembangkan program magang sesuai karakter industrinya. Dengan pendekatan ini, peserta magang diharapkan memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.

“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” katanya.

Selain itu, jumlah mitra penyelenggara akan diperluas. Pemerintah mendorong perusahaan dan instansi pemerintah daerah untuk aktif terlibat, sekaligus menyiapkan mentor dan kurikulum pembelajaran yang terstruktur.

Menariknya, Menaker menekankan bahwa sistem di MagangHub tetap memberi kebebasan kepada peserta untuk memilih tempat magang. Namun, pemerintah akan membuat perusahaan di luar Jawa lebih mudah diakses dan tampil kompetitif di platform tersebut.

Menurut Yassierli, hal ini memunculkan persaingan sehat, bukan hanya antar peserta, tetapi juga antar perusahaan.

“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” ujarnya.

Melalui pemerataan ini, pemerintah berharap Program Pemagangan Nasional 2026 bukan hanya menjadi jembatan masuk dunia kerja, tetapi juga instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.*

Pos terkait