Branch Manager Bandung Fuel Pertamina, Zico Aldillah S, mengatakan tidak ada kelangkaan BBM yang terjadi di Kota Bandung. Ia menyebut kondisi yang sempat terjadi di beberapa daerah lain lebih disebabkan oleh aksi panic buying masyarakat.
“Sejauh ini di Kota Bandung tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi di beberapa daerah itu lebih karena panic buying, bukan karena stoknya habis,” kata Zico dalam siaran pers Pemkot Bandung dikutip Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, panic buying terjadi ketika masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan biasanya. Hal tersebut dipicu kekhawatiran terhadap isu kelangkaan yang beredar.
Akibatnya, konsumsi BBM di sejumlah daerah meningkat karena sebagian masyarakat membeli bahan bakar hingga dua sampai tiga kali lipat dari kebutuhan normal.
Namun, Zico memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di Bandung. Distribusi BBM di seluruh SPBU masih berjalan normal tanpa adanya lonjakan pembelian yang signifikan.
Ia juga meluruskan informasi yang menyebut stok BBM hanya cukup untuk 20 hari. Menurutnya, angka tersebut merupakan kapasitas cadangan yang selalu dijaga setiap hari melalui sistem distribusi berkelanjutan.
“Stok itu terus diperbarui. Jadi bukan berarti setelah 20 hari stok akan habis,” ujarnya.
Pertamina juga telah meningkatkan cadangan BBM hingga ke tingkat SPBU sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Kami sudah melakukan build up stok sampai ke level SPBU. Jadi sampai arus balik Lebaran pun sangat aman,” kata Zico.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Masyarakat tidak perlu panik. Silakan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.
