SATUMEDIA.ID – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat muncul di sejumlah daerah dipastikan tidak terjadi di Kota Bandung. Pertamina menyebut kondisi tersebut lebih dipicu oleh aksi panic buying masyarakat, bukan karena keterbatasan stok.
Branch Manager Bandung Fuel Pertamina, Zico Aldillah S, mengatakan hingga saat ini distribusi BBM di Bandung masih berjalan normal dan tidak menunjukkan adanya lonjakan pembelian yang signifikan.
“Sejauh ini di Kota Bandung tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi di beberapa daerah itu lebih karena panic buying, bukan karena stoknya habis,” kata Zico, dikutip dari Humas Pemkot Bandung, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, panic buying terjadi ketika masyarakat membeli BBM dalam jumlah jauh lebih banyak dari kebutuhan biasanya karena khawatir terjadi kelangkaan.
Kondisi tersebut membuat konsumsi BBM meningkat tajam di sejumlah daerah, bahkan hingga dua sampai tiga kali lipat dari kebutuhan normal.
Namun, menurut Zico, situasi tersebut tidak terjadi di Kota Bandung. Pasokan BBM ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap berjalan lancar dan stok tersedia dengan cukup.
Ia juga meluruskan informasi yang menyebut stok BBM hanya cukup untuk 20 hari. Zico menegaskan angka tersebut merupakan kapasitas cadangan yang selalu dijaga melalui sistem distribusi berkelanjutan.
“Stok itu terus diperbarui setiap hari. Jadi bukan berarti setelah 20 hari stok akan habis,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan konsumsi menjelang Ramadan dan Lebaran, Pertamina telah menambah cadangan BBM hingga ke tingkat SPBU.
“Kami sudah melakukan build up stok sampai ke level SPBU. Jadi sampai arus balik Lebaran pun sangat aman,” kata Zico.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil.
“Masyarakat tidak perlu panik. Silakan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.*
