Pemkab Bandung Perkuat Penanganan TBC, Butuh 45 Unit X-Ray untuk Deteksi Dini

Kabupaten Bandung terus memperkuat langkah penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut terlihat saat Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri di Puskesmas Soreang, Selasa (10/3/2026).(Dok.Prokompim Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Kabupaten Bandung terus memperkuat langkah penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut terlihat saat Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri di Puskesmas Soreang, Selasa (10/3/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan strategi percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Bandung, sekaligus implementasi arahan pemerintah pusat agar penanganan penyakit menular dilakukan secara terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap TBC serta meningkatkan kesadaran melakukan deteksi dini.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh selama satu hingga dua minggu,” kata Ali Syakieb.

Ia menegaskan bahwa TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur dan tersedia secara gratis di puskesmas, sehingga masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memeriksakan diri demi melindungi kesehatan diri dan keluarga.

Sementara Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyatakan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya sektor kesehatan.

“Penanggulangan TBC ini adalah arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ini bukan hanya tugas Kementerian Kesehatan, tapi kerja keroyokan lintas sektor,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut mencakup perbaikan hunian layak bagi masyarakat, hingga penguatan gizi pasien yang melibatkan kader PKK di tingkat daerah.

Selain itu, Wiyagus juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan, khususnya terkait tambahan tunjangan mengingat tingginya risiko penularan penyakit tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan tingkat pertama melalui strategi deteksi dini.

“Strategi kita sekarang adalah simultan dan dilakukan bersama-sama. Seluruh anggota keluarga atau kontak erat dari pasien TBC wajib diperiksa secara menyeluruh,” katanya.

Untuk mendukung percepatan deteksi kasus, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan alat rontgen (X-Ray). Kabupaten Bandung diperkirakan membutuhkan sekitar 45 unit alat tersebut untuk memperluas jangkauan pemeriksaan.

Dengan dukungan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 dapat tercapai.*

Pos terkait