SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam Dialog Menteri Sosial bersama siswa dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Selasa (20/10/2026).
Ali mengatakan, program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Menurut dia, persiapan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda juga perlu menjadi perhatian.
Melalui program tersebut, anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi diharapkan dapat memperoleh kesempatan belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih cita-cita tanpa terhambat kondisi keluarga.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk menggabungkan layanan pendidikan dengan rehabilitasi dan pemberdayaan sosial.
Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan secara memadai, termasuk mereka yang belum pernah mengenyam bangku sekolah atau terpaksa berhenti belajar.
Saifullah menyebutkan, lebih dari 44.000 siswa telah mengikuti pendidikan di 182 titik Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Proses penerimaan siswa juga tidak menggunakan tes akademik sebagai persyaratan seleksi.
Selain memberikan akses pendidikan, pemerintah berupaya memperkuat kondisi ekonomi keluarga siswa agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.
Kementerian Sosial mendorong pemberdayaan keluarga melalui peningkatan kapasitas, bantuan modal usaha, serta program perbaikan rumah agar memenuhi standar kelayakan huni.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membantu anak-anak memperoleh pendidikan yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Dengan demikian, kemiskinan tidak terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya.*





