Dukung Gagasan Bahlil Lahadalia, GP Ansor Jabar Dorong Akses Beasiswa LPDP bagi Santri

Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Edi Rusyandi pada  Musyawarah Kerja Wilayah PW GP Ansor Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026). (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap gagasan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang mendorong adanya afirmasi beasiswa bagi santri dalam program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Edi Rusyandi, menilai gagasan tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri yang selama ini dinilai masih menghadapi sejumlah kendala dalam seleksi beasiswa.

“Kami menyambut baik gagasan yang disampaikan Pak Bahlil terkait dorongan afirmasi beasiswa LPDP untuk santri. Ini merupakan upaya menghadirkan keadilan dan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak bangsa,” kata Edi saat Musyawarah Kerja Wilayah PW GP Ansor Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026).

Sebelumnya, gagasan tersebut disampaikan Bahlil Lahadalia saat kegiatan Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Azzainiyah, Sukabumi, Minggu (8/3/2026).

Menurut Edi, salah satu hambatan utama bagi santri untuk bersaing dalam seleksi LPDP adalah standar kemampuan bahasa asing yang cukup tinggi, seperti skor TOEFL. Sementara banyak santri berasal dari latar belakang ekonomi terbatas yang belum memiliki akses pembelajaran bahasa yang memadai.

“Sebagian besar santri berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Untuk memenuhi standar seleksi yang ada tentu tidak mudah, sehingga peluang tersebut sering kali lebih banyak dinikmati oleh mereka yang memiliki akses pendidikan lebih baik,” ujarnya.

Edi menegaskan, santri memiliki potensi besar dan layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas, baik di dalam maupun luar negeri.

Karena itu, GP Ansor Jawa Barat berharap gagasan afirmasi beasiswa bagi santri dapat diperjuangkan secara serius hingga menjadi bagian dari kebijakan dalam program LPDP.

Selain afirmasi, ia juga mendorong pemerintah menyediakan program pendampingan bagi calon penerima beasiswa dari kalangan santri, seperti pelatihan TOEFL, bimbingan seleksi, hingga penguatan kapasitas akademik.

Menurut Edi, model pendampingan tersebut telah dilakukan oleh PW GP Ansor Jawa Barat melalui program LPDP Camp yang digelar secara gratis setiap tahun.

“Program ini sudah berjalan empat angkatan dan hasilnya cukup menggembirakan. Sudah ada puluhan santri dan masyarakat dari kalangan ekonomi terbatas yang berhasil lolos beasiswa LPDP dan melanjutkan studi di kampus ternama,” kata Edi.

Ia optimistis jika program pendampingan seperti itu mendapat dukungan pemerintah, maka akses pendidikan tinggi bagi santri dan masyarakat luas akan semakin terbuka.

“Dengan dukungan kebijakan dan pendampingan yang tepat, kami yakin pemerataan pendidikan tinggi bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.*

Pos terkait