Jelang Lebaran, Stok Telur di Kabupaten Bandung Terbatas, Pasokan Didatangkan dari Jawa Timur

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania.(Dok.Dinas Kominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemkab Bandung memastikan sebagian besar stok pangan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman. Namun, komoditas telur ayam menjadi perhatian karena pasokannya masih terbatas dan harus didatangkan dari luar daerah, terutama dari Jawa Timur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan keterbatasan tersebut terjadi karena Kabupaten Bandung bukan merupakan sentra produksi telur ayam ras.

“Telur ayam masih kurang karena Kabupaten Bandung bukan sentra ayam petelur. Banyak pasokan telur yang didatangkan dari Jawa Timur,” ujar Ina di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (10/3/2026).

Menurut Ina, tingginya kebutuhan telur dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran. Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, telur juga banyak dipakai sebagai bahan pembuatan kue Lebaran.

Permintaan juga bertambah karena telur menjadi salah satu menu favorit dalam program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Di satu sisi persediaan terbatas, tetapi kebutuhan meningkat. Untungnya pasokan dari Jawa Timur masih aman sehingga kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi,” kata Ina.

Meski stok telur terbatas, Ina memastikan ketersediaan sejumlah komoditas pangan lain di Kabupaten Bandung relatif aman hingga Lebaran.

Berdasarkan data produksi Januari–Maret 2026, pasokan bawang merah, cabai rawit, cabai keriting, wortel, hingga sayuran hijau masih mencukupi.

Sementara untuk beras, produksi tercatat mencapai sekitar 73.000 ton, lebih tinggi dibanding kebutuhan masyarakat selama tiga bulan yang rata-rata mencapai 55.000 ton.

“Artinya untuk beras kita aman,” ujarnya.

Di sektor peternakan, daging sapi, daging ayam, dan susu juga dipastikan cukup. Bahkan produksi daging ayam di Kabupaten Bandung masih mengalami surplus.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Dinas Pertanian juga memantau langsung sentra produksi. Ina menyebut salah satu kelompok tani andalan di Kabupaten Bandung, Gapoktan Tricipta, masih akan melakukan panen bawang merah hingga sekitar tujuh hari sebelum Lebaran.

“Gapoktan Tricipta merupakan salah satu champion bawang merah nasional. Sampai H-7 Lebaran mereka masih panen, jadi ketersediaan bawang merah insya Allah aman,” ujarnya.

Selain bawang merah, di kawasan tersebut juga tersedia cabai merah, termasuk cabai merah kering yang bisa dikeluarkan jika dibutuhkan untuk menjaga pasokan di pasaran.

Untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, Pemkab Bandung rutin menggelar pasar tani setiap Senin hingga Kamis di depan Kantor Dinas Pertanian.

Produk yang dijual antara lain sayuran segar hasil petani lokal serta berbagai kebutuhan pokok termasuk telur ayam.

Selain itu, Dinas Pangan dan Perikanan juga menggelar program Gelar Pangan Murah setiap Jumat yang berkeliling ke sejumlah kecamatan.

“Besok juga akan ada bazar Ramadan di Polresta Bandung untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok lebih dekat dan lebih murah,” kata Ina.

Ina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying menjelang Lebaran. Menurut dia, pemerintah terus memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.

“Berbelanjalah dengan bijak dan sesuai kebutuhan. Dari catatan produksi yang ada, Kabupaten Bandung siap menghadapi kebutuhan pangan Lebaran,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga terus mengantisipasi berbagai faktor eksternal, termasuk kondisi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi distribusi pangan.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami terus memastikan kebutuhan pangan utama masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” katanya.*

Pos terkait