Selama Ramadan, Produksi Sampah Organik di Bandung Barat Naik Drastis

Tumpukan sampah di halaman UPT Kebersihan KBB tengah dibersihkan untuk diangkut ke TPA Sarimukti, Rabu (15/10/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Sepanjang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi terjadi peningkatan produksi sampah organik di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Jumlahnya mencapai
60 persen dari total 680 ton sampah per hari.

“Peningkatan sampah organik sepanjang Ramadan ini, dipengaruhi oleh sampah rumah tangga dan pasar seperti sayuran,” kata Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Imam Fauzi, Jumat (13/3/2026).

Ia mengungkapkan, sampah organik rumah tangga didominasi sampah dapur dan sisa makanan saat berbuka dan sahur. Tak hanya itu, bermunculannya tempat kuliner penjual takjil ikut menyumbang produksi sampah organik.

“Kenaikan sampah organik bisa mencapai 10 persen dari hari biasa. Ini merupakan tren yang selalu terjadi setiap tahun selama Ramadan,” sebutnya.

Meski terjadi lonjakan produksi sampah organik, Imam memastikan, masih dapat tertangani. Berkat kerja sama dengan pegiat magot.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melarang membuang sampah organik ke TPA Sarimukti. Kabupaten dan kota harus mengolah sampah tersebut di wilayah masing-masing.

“Kita sudah bekerja sama dengan pegiat sampah untuk mengelola sampah organik . Alhamdulillah, meski terjadi peningkatan namun bisa kita tangani,” tandasnya.

Ia memprediksi peningkatan produksi sampah organik akan mencapai puncaknya pada Hari Raya Idulfitri. Bahkan, buka hanya sampah organik melainkan pula sampak anorganik juga mengalami kenaikan.

“Pas malam takbiran kita siagakan petuga kebersihan di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kenaikan sampah, seperti Lembang, Cililin, Cihampelas, Padalarang, dan beberapa kecamatan lain. Hanya pada Idulfitri atau hari H-nya saja diliburkan,” tuturnya.*

 

Pos terkait