Penumpang Whoosh Diprediksi Naik 4 Persen Saat Angkutan Lebaran 2026

Penumpang Whoosh di Stasiun Padalarang.(Dok.KCIC).**

SATUMEDIA.ID – Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh diperkirakan meningkat sekitar 4 persen selama periode Angkutan Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan balik Lebaran.

Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyiapkan total 653.888 tempat duduk dengan hingga 62 perjalanan kereta per hari selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 13–30 Maret 2026.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan tren pertumbuhan penumpang Whoosh terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang harian diperkirakan mencapai sekitar 25.000 orang per hari, naik dari sekitar 23.000 penumpang per hari pada periode yang sama tahun 2025.

“KCIC telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan operasional Whoosh selama Angkutan Lebaran dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Eva dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

KCIC juga menyiagakan ratusan personel operasional serta petugas pengamanan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal selama periode mudik Lebaran.

Untuk mendukung operasional tersebut, KCIC menyiagakan 352 personel kru operasional yang terdiri dari masinis, teknisi kereta, petugas Operation Control Center (OCC), hingga kru pelayanan di dalam rangkaian kereta. Seluruh personel tersebut telah memiliki sertifikasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

Selain itu, sebanyak 551 personel pengamanan juga dikerahkan. Mereka terdiri dari petugas keamanan internal KCIC, security operasional, serta dukungan dari personel Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ditempatkan di stasiun, jalur operasional, hingga area depo.

KCIC juga menyiagakan 309 petugas posko yang bertugas di seluruh stasiun Whoosh, Posko Pusat Kementerian Perhubungan, serta berbagai area kerja operasional untuk memantau operasional sekaligus membantu penumpang selama masa Angkutan Lebaran.

Dari sisi keselamatan, operasional Whoosh didukung oleh 1.773 unit kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di stasiun, jalur operasional, depo, hingga di dalam rangkaian kereta guna memantau kondisi perjalanan secara real time.

Selain itu, jalur kereta cepat tersebut juga dilengkapi berbagai sensor pemantauan lingkungan, antara lain 17 sensor angin kencang, delapan sensor hujan, enam sensor benda asing, serta tujuh sistem peringatan dini gempa bumi yang terpasang di berbagai titik sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

KCIC juga mengantisipasi potensi risiko bencana di sepanjang jalur operasional, seperti sedimentasi di enam titik, potensi banjir di delapan titik, serta potensi longsor di 22 titik. Petugas disiagakan selama 24 jam untuk memantau kondisi jalur sekaligus melakukan penanganan cepat jika terjadi gangguan.

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, KCIC memastikan berbagai fasilitas di stasiun tersedia, seperti WiFi gratis, layanan porter, konektivitas transportasi lanjutan, ruang tunggu VIP, playground anak, musala, fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus, tenant makanan dan minuman, area parkir, ATM, loker penyimpanan barang, hingga kursi pijat.

Eva menegaskan KCIC berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman dan andal selama masa mudik Lebaran.

“Dengan kesiapan operasional, dukungan teknologi keselamatan, serta fasilitas layanan yang lengkap, KCIC siap melayani mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran dengan perjalanan Whoosh yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Eva.*

Pos terkait