SATUMEDIA.ID – Anggota Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI, Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi peningkatan angka kematian selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Berdasarkan data atau pola selama ini, puncak ibadah haji justru menimbulkan kenaikan angka meninggal. Seperti tahun lalu, ada kenaikan pada saat puncak haji,” kata Ace Hasan yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini dikutip dari laman parlementaria, Senin (17/6/2024).
Oleh karena itu, Ace Hasan yang akrab disapa Kang Ace mengingatkan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengantisipasi potensi jatuhnya korban.
“Kami minta ke Kemenag untuk memastikan ketersediaan air minum di tenda-tenda jemaah. Selain itu, kebutuhan dasar seperti makan dan minum harus dipastikan pelayanannya,” ujarnya.
Selain itu, Timwas mengingatkan pentingnya memperhatikan pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina. Kang Ace meminta agar Kemenag memprioritaskan jemaah lansia dan berisiko tinggi dalam pergerakan ini.
“Lokasi tenda mabit ke jamaroh mina itu cukup jauh, sekitar 3-4 kilometer. Kami minta agar disediakan golf car dan kursi roda untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah lansia,” jelasnya
Kemenag juga diminta untuk bersiaga di Muzdalifah dengan memastikan petugas berada di titik-titik penjemputan untuk mengantisipasi penumpukan jemaah.
“Kami meminta petugas di titik-titik penjemputan di Muzdalifah dipastikan mereka stand by dan terus berkomunikasi dengan jemaah sehingga pengaturannya bisa cepat dan tanggap,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berupaya menekan angka kematian jemaah haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024. Belajar dari pengalaman pada 2023, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal mencapai 774 orang dengan mayoritas kelompok usia lanjut usia (lansia).*



