Anggota Polsek Cipeundeuy Satukan Kembali Ayah dan Anak yang Terpisah 18 Tahun

Pertemuan haru antara ayah dan anak di Mapolsek Cipeundeuy, KBB. Mereka terpisah selama 18 tahun tanpa ada kabar.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Delapan belas tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu sebuah kabar. Bagi seorang warga asal Lampung, Sigit Priono (58) penantian panjang itu diisi dengan doa, harapan, dan kerinduan yang tak pernah benar-benar padam, meski waktu terus berjalan.

Di Mapolsek Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) penantian tersebut akhirnya menemukan jawabannya.

Di sebuah ruangan sederhana, langkah kaki yang semula ragu berubah menjadi gemetar. Di hadapannya, sosok yang selama ini hanya hidup dalam ingatan kini berdiri nyata. Sang ayah. Sosok yang telah hilang kabar selama hampir dua dekade.

Tak banyak kata terucap. Tangis pecah seketika, memecah keheningan. Ayah dan anaknya yang bernama, Hendrawan (36) itu saling berpelukan erat, seolah mencoba mengganti waktu yang hilang dengan pelukan yang tak ingin dilepas.

Momen mengharukan itu tak lepas dari peran dua anggota kepolisian, Aipda Wahyu Rukmana dan Aiptu Sugito Handoyo. Dengan kepedulian dan empati, keduanya membantu mempertemukan kembali keluarga yang terpisah begitu lama.

Bagi mereka, ini mungkin bagian dari tugas. Namun bagi sang anak yang tinggal di Kampung Cilintung RT 01/ RW 09,Desa Cipeundeuy Kec.Cipeundeuy KBB ini adalah keajaiban.

Kapolsek Cipeundeuy AKP Suandi menyebut peristiwa ini sebagai pengingat bahwa di balik seragam dan tugas sebagai penegak hukum, ada sisi kemanusiaan yang tak pernah luntur.

“Ini bukan hanya tentang tugas, tetapi tentang bagaimana kita bisa menjadi jembatan bagi kebahagiaan orang lain,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar reuni. Ia adalah jawaban atas doa-doa panjang yang tak pernah berhenti dipanjatkan. Ia adalah bukti bahwa harapan, sekecil apa pun, bisa tetap hidup bahkan setelah 18 tahun.

Kini, ayah dan anak itu tak lagi dipisahkan oleh jarak dan waktu. Yang tersisa hanyalah cerita panjang yang akan mereka bagi, dan kesempatan kedua untuk kembali menjadi keluarga.

Kisah ini mengingatkan satu hal sederhana: sejauh apa pun waktu memisahkan, cinta selalu menemukan jalan pulang.*

Pos terkait