SATUMEDIA.ID – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (3/4/2026) siang. Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan puluhan rumah warga rusak serta sempat melumpuhkan arus lalu lintas di sejumlah titik.
Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana, mengatakan hujan lebat mulai turun sekitar pukul 13.20 WIB dan berlangsung lebih dari satu jam. Tak lama berselang, angin kencang datang dari arah selatan, Kota Bandung, dan menyapu permukiman warga.
“Anginnya seperti berputar, merusak atap rumah dan menumbangkan pohon,” ujar Agus saat dihubungi.
Data sementara mencatat sedikitnya 70 rumah terdampak yang tersebar di empat RW. Dari jumlah tersebut, 25 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.
“Hingga malam ini kami masih melakukan pendataan. Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah warga,” kata dia.
Selain merusak permukiman, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon. Dua pohon tumbang di jalan desa, sementara dua lainnya roboh di Jalan Raya Lembang–Gudangkahuripan, tepatnya di depan Resto Dermaga Sunda.
Pohon angsana dan mangga yang tumbang sempat menutup badan jalan. Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban.
Petugas dari Dinas Marga Provinsi Jawa Barat bersama aparat desa dan warga langsung melakukan evakuasi dengan menyingkirkan batang pohon yang menghalangi jalan. Namun, peristiwa ini sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Tak hanya itu, hujan deras juga memicu genangan air di badan jalan yang memperparah kemacetan. Bahkan hingga Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, lalu lintas dilaporkan sempat macet total.
“Kemacetan juga dipicu adanya pohon tumbang di depan Mapolsek Cidadap, Kota Bandung. Informasinya pohon mahoni,” ujar Agus.
Sebagai langkah tanggap darurat, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat telah menyalurkan bantuan berupa terpal untuk menutup sementara atap rumah warga yang rusak.
Adapun total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Pemerintah desa bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta penanganan di lokasi terdampak.*



