SATUMEDIA.ID – Upaya pemulihan lingkungan di kawasan Sungai Citarum kembali diperkuat melalui aksi kolaboratif yang digelar ekosistem blockchain EGGMPIRE TOKEN di Taman Air Bojongsoang, Sabtu (3/4/2026). Kegiatan ini tak hanya melanjutkan program sebelumnya, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih sungai sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Setelah itu, ratusan relawan bersama pemangku kepentingan melakukan penanaman 366 pohon di sekitar kawasan Bojongsoang guna memperkuat ruang terbuka hijau.
Tak berhenti pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga menyentuh sisi sosial. Sebanyak 113 kilogram telur atau sekitar 1.815 butir dimasak di lokasi dan dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi warga.
Ketua Yayasan Equator Bumi Lestari, Julius Robinson, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang terus dijaga konsistensinya.
“Ini bukan kegiatan sekali selesai. Kami kembali ke lokasi yang sama untuk memastikan apa yang sudah dimulai bisa terus berjalan,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan komunitas berbasis teknologi seperti EGGMPIRE TOKEN menunjukkan bahwa inovasi digital dapat berkontribusi nyata terhadap persoalan lingkungan.
Senada, Direktur PT Eggmpire Bumi Lestari, Retno Dewi Hendrastuti, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan dampak langsung, baik melalui penghijauan, pembersihan sungai, maupun bantuan pangan bergizi,” katanya.

Dukungan juga datang dari sektor usaha. Wiliam dari Twinstreams menyebut pihaknya berkomitmen menyisihkan sebagian keuntungan bisnis kopi untuk kegiatan sosial dan lingkungan.
“Kami ingin mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga alam. Ini juga menjadi awal kolaborasi kami dengan EGGMPIRE,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Sektor 3 Satgas Citarum Harum, Kolonel Arhanud Dodo Masdoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program berkelanjutan di wilayah Sektor 3 DAS Citarum.
Ia menyebut pembersihan sungai dan penanaman pohon terus dilakukan di sepanjang bentangan wilayah dari Ciparay hingga Kutawaringin sepanjang sekitar 20 kilometer.
“Wilayah ini memiliki potensi menjadi ruang publik yang edukatif dan rekreatif. Karena itu, upaya pemulihan lingkungan harus dilakukan secara konsisten,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI Siliwangi, Satgas Citarum, BBWS Citarum, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, hingga unsur pemerintah daerah dan relawan.
Melalui kolaborasi tersebut, aksi ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi juga mendorong gerakan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum.*




