Cuaca Ekstrem Terjang Cimahi, Atap Rumah Terbang hingga Pohon Tumbang Timpa Kendaraan

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Bandung Raya pada Jumat (3/4/2026) siang meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah titik di Kota Cimahi.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Bandung Raya pada Jumat (3/4/2026) siang meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah titik di Kota Cimahi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat, peristiwa hidrometeorologi tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, hingga kendaraan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cimahi, Muhammad Thothoh Gozali Masduki, membenarkan adanya sejumlah kejadian yang dipicu oleh cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.

“Cuaca berubah sangat drastis. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di beberapa titik, mulai dari atap bangunan yang terbawa angin hingga pohon besar yang tumbang,” ujar Thothoh saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).

Di Kelurahan Melong, tepatnya di RT 01/04, angin kencang menerbangkan atap berbahan spandek milik warga bernama Iim Maryam. Material atap tersebut kemudian jatuh dan merusak bagian rumah milik Bambang yang berada di sekitarnya.

Masih di wilayah Melong, di Komplek Pharmindo, Jalan Rorojongrang Barat RT 03/36, sebuah pohon besar tumbang dan menimpa satu unit kendaraan yang sedang terparkir. Akibatnya, kendaraan tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Raya Cibeureum RT 06/04, Kelurahan Cibeureum. Sebuah pohon tumbang melintang di jalan dan menimpa tiang listrik serta tiang penerangan jalan umum (PJU), sehingga berpotensi mengganggu pasokan listrik di kawasan tersebut.

Tak jauh dari lokasi itu, tepatnya di Jalan Raya Cibeureum No. 45 RT 01/04, pohon tumbang juga merusak bangunan tradisional berupa saung joglo milik warga. Bahkan, batang pohon turut merobohkan dinding pembatas yang merupakan aset perusahaan di sekitar lokasi.

BPBD Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah secara ekstrem.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan segera melapor jika menemukan potensi bencana di lingkungan masing-masing,” kata Thothoh.*

Pos terkait