SATUMEDIA.ID – Batik Betawi khas Sukapura resmi diluncurkan di Kampung Budaya Betawi Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2026). Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas budaya Betawi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus mendukung pengembangan batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi.
Menurut Rano, Batik Betawi Sukapura tidak hanya merepresentasikan kekayaan tradisi lokal, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar nasional hingga internasional.
Ia menilai, keberadaan sentra batik di kawasan budaya menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Saya sangat bangga dan bahagia. Kegiatan membatik seperti ini bisa menghidupi warga. Karena itu, pelatihan harus terus ditambah, termasuk pengembangan teknik seperti eco print agar Batik Betawi semakin inovatif dan diminati,” ujarnya.
Rano menambahkan, setiap motif Batik Betawi mencerminkan perjalanan sejarah serta kearifan lokal masyarakat Jakarta. Dengan pengembangan desain yang berkelanjutan, batik dari Sukapura diharapkan mampu menjadi ikon budaya baru bagi ibu kota, terutama menjelang peringatan 500 tahun Jakarta.
Selain peluncuran batik, acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang melibatkan masyarakat dan anak-anak. Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui produk kriya, tetapi juga melalui regenerasi pelaku seni.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Rano, berkomitmen untuk mendukung pengrajin melalui peningkatan fasilitas, pelatihan keterampilan, serta perluasan akses pasar. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pegiat budaya, dan generasi muda dinilai menjadi kunci agar Batik Betawi Sukapura semakin dikenal luas.
“Sebagai kota global, Jakarta tidak boleh melupakan akar budayanya. Justru dari kekayaan budaya seperti Batik Betawi inilah jati diri kota ini tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.
Dengan peluncuran ini, Batik Betawi Sukapura diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang modern tanpa meninggalkan warisan budayanya.*





