SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mengakselerasi transformasi transportasi publik dengan menjadikan angkutan kota (angkot) berbasis listrik sebagai salah satu andalan utama.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga sekaligus menekan emisi dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peremajaan angkot akan dilakukan secara bertahap dengan mengadopsi teknologi kendaraan listrik. Program ini menjadi bagian dari upaya besar menghadirkan sistem transportasi yang modern dan berkelanjutan.
“Angkot akan kita dorong beralih ke sistem listrik. Ini bagian dari transformasi transportasi yang ramah lingkungan,” ujar Farhan dikutip Sabtu (18/4/2026).
Menurut dia, penggunaan angkot listrik tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi polusi udara di perkotaan. Pemkot Bandung menargetkan perubahan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
Selain fokus pada angkot listrik, Pemkot Bandung juga menetapkan 2026 sebagai momentum percepatan pembangunan infrastruktur. Perbaikan jalan akan dilakukan di hampir seluruh ruas untuk mendukung konektivitas dan kelancaran mobilitas warga.
Farhan mengakui, sejumlah tantangan masih dihadapi, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan. Namun, ia optimistis program tersebut dapat berjalan bertahap dan memberikan dampak nyata.
“Kita sadar ada banyak tantangan, tetapi yang penting pekerjaan berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, penguatan transportasi publik juga dilakukan melalui pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) dengan dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan. BRT diharapkan menjadi tulang punggung transportasi massal yang terintegrasi dengan sistem angkot listrik.
Dengan kombinasi pengembangan BRT dan peremajaan angkot berbasis listrik, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan kualitas layanan transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas yang lebih baik.
Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Kota Bandung dalam membangun sistem transportasi publik yang efisien, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan.*





