Whoosh Halim Jadi Etalase Wisata Swiss, Tampilkan Grand Train Tour Ikonik

Travel Switzerland Exhibition di Stasiun Whoosh Halim, yang dibuka untuk umum mulai 24 April hingga 24 Mei 2026.(Dok.KCIC).**

SATUMEDIA.ID – Kedutaan Besar Swiss di Indonesia, dan KCIC hari ini meresmikan Travel Switzerland Exhibition di Stasiun Whoosh Halim, yang dibuka untuk umum mulai 24 April hingga 24 Mei 2026.

Pameran ini menandai dua tonggak penting, yakni peringatan 10 tahun Grand Train Tour of Switzerland dan 75 tahun hubungan diplomatik antara Swiss dan Indonesia.

Digelar di salah satu pusat transportasi utama di Indonesia, pameran ini mengajak pengunjung untuk menjelajahi Swiss melalui salah satu pengalaman perjalanan paling ikonik. Grand Train Tour of Switzerland menyatukan perjalanan kereta panorama di seluruh negeri dalam satu rute spektakuler sepanjang 1.280 kilometer, membawa wisatawan melintasi kota-kota menawan, desa-desa Alpen, situs Warisan Dunia UNESCO, serta berbagai landmark terkenal di Swiss.

Melalui kolaborasi dengan KCIC ini, pengunjung di Stasiun Whoosh Halim dapat merasakan pengenalan terhadap perjalanan kereta di Swiss serta mempelajari lebih lanjut tentang Grand Train Tour of Switzerland, rutenya, dan sistem transportasi publik terintegrasi yang memungkinkan perjalanan antarwilayah berlangsung mulus dan andal.

“Di Swiss, kereta api bukan hanya alat transportasi; melainkan salah satu cara paling indah untuk mengenal negara kami. Menyelenggarakan pameran ini di Stasiun Whoosh Halim memiliki makna khusus, karena mempertemukan dua negara yang memahami bagaimana mobilitas dapat menghubungkan manusia, membuka wawasan, dan menciptakan peluang baru,” kata Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder., Jumat (24/4/2026).

Direktur Asia Tenggara Switzerland Tourism, Batiste Pilet, mengatakan Grand Train Tour of Switzerland menawarkan cara unik bagi wisatawan untuk merasakan keberagaman negara di Swiss mulai dari perjalanan kereta panorama dan lanskap pegunungan hingga kota bersejarah dan landmark budaya.

“Dalam momentum peringatan 10 tahunnya, kami senang dapat menghadirkan kisah ini ke Indonesia dan mengundang masyarakat untuk mengenal Swiss sebagai destinasi di mana perjalanan itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman,” kata Batiste

Sementara itu, Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, mengatakan kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi Whoosh untuk memperluas eksposur internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai layanan transportasi berkelas dunia.

Menurutnya, kehadiran Travel Switzerland Exhibition di Stasiun Halim menegaskan peran Whoosh tidak hanya sebagai solusi mobilitas, tetapi juga sebagai platform kolaborasi lintas negara.

“Melalui keterkaitan dengan Grand Train Tour of Switzerland sebagai ikon global perjalanan kereta, kami ingin memperkenalkan Whoosh kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus menginspirasi penumpang dan memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkualitas tinggi, andal, dan terintegrasi,” kata Dwiyana.

Pameran ini juga memiliki makna khusus pada 2026, seiring perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Swiss dan Indonesia. Dalam konteks ini, inisiatif tersebut mencerminkan bagaimana pariwisata dan mobilitas dapat menjadi wujud nyata dari hubungan bilateral yang lebih luas tidak hanya dibangun melalui kerja sama resmi, tetapi juga melalui pertukaran antar manusia, tempat, dan gagasan.*

Pos terkait