SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan jembatan penghubung dan jalan akses menuju Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat strategis, di antaranya Wakil Komandan Jenderal Kopassus, Sekretaris Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam proyek tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memegang peran penting, khususnya terkait aspek legalitas lingkungan dan tata kelola transportasi. Pemkab bertanggung jawab menerbitkan persetujuan lingkungan serta analisis dampak lalu lintas (andalalin) sebagai syarat utama pelaksanaan pembangunan.
Jeje menekankan, pemenuhan aspek tersebut krusial agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan ketertiban lalu lintas di kawasan Batujajar.
“Pembangunan ini harus memberi manfaat luas tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem dan kenyamanan masyarakat,” ujar Jeje.
Penandatanganan kesepakatan ini juga melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Komandan Pusdiklatpassus Kopassus TNI, Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung Barat, PT PLN Indonesia Power, serta PT Dutaraya Investindo selaku pengembang Kota Baru Parahyangan.
Jeje berharap, pembangunan jembatan dan jalan akses tersebut dapat menjadi pengungkit konektivitas kawasan, tidak hanya untuk mendukung mobilitas pertahanan, tetapi juga memperlancar akses masyarakat.
“Infrastruktur ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang mampu mengurai kemacetan, meningkatkan aksesibilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat,” kata dia.*





