Sapi Jumbo Asal Pasirlangu KBB Terpilih sebagai Hewan Kurban Bantuan Presiden

Sapi Simental berbobot 1,05 ton milik peternak asal Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026.(Dok.Dispernakan KBB).**

SATUMEDIA.ID – Seekor sapi Simental berbobot 1,05 ton milik peternak asal Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026.

Sapi berusia tiga tahun milik peternak bernama Dede itu rencananya akan disembelih di Kecamatan Gununghalu dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat di wilayah yang masih kekurangan hewan kurban.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, Wiwin Aprianti melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispernakan KBB, drh Acep Rochimat, mengatakan pemilihan sapi kurban presiden dilakukan melalui tahapan seleksi yang ketat. Selain memiliki bobot di atas satu ton, hewan juga wajib dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit.

“Nantinya daging kurban bantuan presiden ini akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang ketersediaan hewan kurbannya masih terbatas, agar manfaat dan nilai ibadah dari kurban presiden dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Acep, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, awalnya terdapat tiga kandidat sapi unggulan yang berasal dari Parongpong, Cisarua, dan Gununghalu. Ketiga sapi milik peternak KBB tersebut memiliki bobot di atas 1 ton.

“Salah satu kandidat bahkan berasal dari peternak asal Parongpong yang sebelumnya pernah memasok hewan kurban presiden. Sementara sapi asal  Gununghalu tidak dapat melanjutkan seleksi karena keburu dijual oleh peternaknya,” ungkap Acep.

Menurut dia, seluruh kandidat harus lolos pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan dilakukan melalui pengujian laboratorium oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan Balai Veteriner Subang.

“Ini untuk menjamin hewan yang diserahkan benar-benar sehat dan layak dijadikan kurban,” ucapnya.

Selain faktor kesehatan, proses penanganan hewan menjelang penyembelihan juga mendapat perhatian khusus. Sapi harus mendapatkan asupan air yang cukup serta waktu istirahat minimal 12 jam sebelum dipotong untuk menjaga kualitas daging tetap baik.

Acep menambahkan, pemerintah juga akan menurunkan perwakilan resmi saat proses penyembelihan berlangsung guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai syariat dan standar kesejahteraan hewan.

“Selain standar kesehatan, perlakuan terhadap hewan kurban juga diatur secara rinci demi menjaga kualitas daging dan kesejahteraan hewan,” katanya.*

Pos terkait