Penyembelihan Hewan Kurban di KBB Tembus 21.002 Ekor, Petugas Temukan 45 Kasus Cacing Hati

Sapi kurban di Kabupaten Bandung Barat.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah berjalan lancar. Ribuan hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan guna menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.

Kepala Dispernakan, Wiwin Aprianti, mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ante mortem atau sebelum penyembelihan serta post mortem setelah penyembelihan.

“Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi penyakit menular sejak dini, memastikan umur hewan memenuhi syarat kurban, serta menjamin daging yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak,” ujar Wiwin.

Pada tahap pemeriksaan ante mortem yang berlangsung pada 11-26 Mei 2026, sebanyak 61 petugas diterjunkan ke 16 kecamatan. Tim tersebut terdiri atas 33 petugas Dispernakan dan 28 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 11.547 ekor hewan kurban diperiksa di 237 lapak penjualan. Jumlah tersebut terdiri dari 6.127 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 5.375 ekor domba, dan 24 ekor kambing.

Dari total hewan yang diperiksa, sebanyak 10.116 ekor dinyatakan sehat dan diberikan label kesehatan oleh petugas.

Sementara itu, pemeriksaan post mortem dilakukan pada 27-30 Mei 2026 atau selama Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik. Sebanyak 77 petugas diterjunkan, terdiri atas 52 petugas Dispernakan dan 25 mahasiswa kedokteran hewan Unpad.

Pada tahun ini, jumlah hewan yang disembelih mencapai 21.002 ekor, terdiri atas 4.793 sapi, 37 kerbau, 15.077 domba, dan 1.095 kambing. Angka tersebut meningkat 3.485 ekor dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 17.517 ekor.

Dalam pemeriksaan pasca penyembelihan, petugas menemukan 45 kasus kelainan pada organ hati akibat infestasi cacing hati. Temuan tersebut terdiri atas 25 ekor sapi dan 20 ekor domba.

Menurut Wiwin, bagian hati yang mengalami kerusakan langsung dipisahkan dan dimusnahkan, sedangkan bagian yang masih memenuhi standar kesehatan dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

“Temuan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan post mortem dalam memastikan daging dan jeroan hewan kurban yang diterima masyarakat tetap aman dan layak konsumsi,” katanya.

Selain melakukan pengawasan hewan kurban, Kabupaten Bandung Barat juga menjadi daerah asal dua ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia pada Idul Adha tahun ini.

Salah satunya adalah sapi jenis Limousin berbobot 1,1 ton milik peternak H. Asep Purkon dari Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong. Sapi tersebut diserahkan ke masjid di lingkungan Istana Kepresidenan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Selain itu, sapi jenis Simental berbobot 1.050 kilogram milik peternak Dede asal Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, disalurkan ke DKM Al Hidayah Yayasan Qohhariyyah di Kecamatan Gununghalu.

Kedua sapi bantuan presiden tersebut dinyatakan sehat saat pemeriksaan ante mortem dan tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan post mortem.

Wiwin menegaskan, secara keseluruhan pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat berlangsung aman dan lancar.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pemeriksaan hewan kurban, baik ante mortem maupun post mortem, berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat merasa lebih tenang dalam mengonsumsi daging kurban,” ujarnya.*

 

Pos terkait