Kasus Keracunan Massal Kembali Menimpa Warga Kabupaten Bandung Barat

Warga korban keracunan makanan yang dihidangkan pada pesta pernikahan di Kampung Karamat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, KBB harus mendapat penanganan medis di rumah sakit, Kamis (20/6/2024).

SATUMEDIA.ID – Belum reda peristiwa keracunan yang menimpa 125 warga Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini kasus serupa juga terjadi di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang.

Dilaporkan sebanyak 83 warga Kampung Tipar Silih Asih, RW 17 mengalami gejala keracunan seperti demam, mual, pusing, muntah-muntah, dan diarem

Warga yang keracunan rata-rata mengalami gejala seperti mual, pusing, muntah-muntah, diare, serta demam. Gejala itu dirasakan warga sejak Senin (24/6/2024) dan puncaknya terjadi pada Rabu (26/6/2024).

Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan membenarkan kejadian keracunan yang menimpa warga Kampung Tipar Silih Asih. Dugaan sementara dari nasi kotak hajatan khitanan di kampung tersebut.

“Sebelumnya para korban mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan salah seorang warga yang menggelar acara hajatan khitanan pada Minggu (23/6/2024),” kata Agus, Rabu (26/6/2024).

Acara selamatan khitanan diisi dengan pengajian yang dilaksanakan pada Minggu sore. Usai pengajian, warga diberi nasi kotak.

“Warga mengonsumsi nasi kotak di rumahnya masing-masing. Baru merasakan gejala keracunan keesokan paginya dan puncaknya Rabu ini,” ujarnya.

Jumlah warga yang mengalami keracunan terus bertambah hingga mencapai 83 orang. Sebelumnya warga tak ada yang melapor, mengira hanya gejala sakit biasa

“Tidak ada satupun yang mencurigai bahwa keluhan sakit itu merupakan dugaan gejala keracunan. Awalnya warga menduga hanya masuk angin dan sakit perut biasa,” ucapnya.

Begitupun dengan RT dan RW tidak membuat laporan. Setelah warga yang mengalami keracunan jumlahnya terus bertambah, barulah buat laporan ke pak kades (Laksanamekar),” ujar Agus.

Warga yang bergejala itu, rata-rata melakukan pengobatan secara mandiri. Namun setelah laporan semakin banyak, barulah pengurus RT, RW, serta desa setempat memberikan obat untuk gejala keracunan.

Pada Rabu, ada 11 warga yang harus dirujuk ke rumah sakit, seperti RS Dustira, RS IMC Padalarang, RS Kasih Bunda, serta RS Baros Kota Cimahi.*

 

Pos terkait