Pemkab Bandung Barat Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Korban Keracunan

Korban keracunan di Kecamatan Sindangkerta, KBB sempat dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Cililin.(Istimewa)**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menanggung penuh biaya pengobatan pasien korban keracunan di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Tercatat 125 orang mengalami  keracunan pasca menghadiri acara samenan (perpisahan) dan kenaikan kelas di SDN Gandasari, Kecamatan Sindangkerta. Banyaknya warga yang menjadi korban sehingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Pasien atau korban keracunan biaya pengobatannya digratiskan. Semua ditanggung penuh Pemkab Bandung Barat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Diskes) KBB, Nurul Rasihan saat dikonfirmasi Satumedia.Id, Rabu (26/6/2024).

Ia menambahkan, anggaran pengobatan sampai perawatan pasien korban keracunan menggunakan anggaran kejadian luar biasa (KLB).

Diberitakan sebelumnya, acara perpisahan atau samenan dan kenaikan kelas di SDN Gandasari, Kampung Bojongmareme, Desa/Kecamatan Sindangkerta berakhir duka. Pasalnya, siswa dan orangtua yang hadir pada acara tersebut mengalami keracunan massal.

Informasi yang dihimpun, peristiwa keracunan terjadi pada Senin (24/6/2024). Pada acara tersebut, para siswa dan orangtua mendapat konsumsi makanan nasi kotak dengan menu ayam goreng tepung.

Ketika acara berlangsung tak ada satupun siswa maupun orangtuanya yang mengeluh sakit. Gejala keracunan baru terasa pada Selasa 25 Juni 2024 sekitar pukul 01.00-03.00 WIB dini hari. Mereka mengeluh sakit perut, mual dan diare.

Untuk mengetahui penyebab keracunan, lanjut Nurul Rasihan, pihaknya sudah mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Ada 7 sampel makanan dan minuman yang akan diperiksa, yaitu ayam krispy, ayam mentah marinasi, air bersih untuk ayam krispy, air bersih untuk menanak nasi, saus sambal cabai, saus sambal tomat, dan muntahan salah seorang korban.

“Untuk air ada 4 sampel dalam botol yang kami jadikan sampel untuk diperiksa,” sebutnya.

Ia memperkirakan hasil dari pemeriksaan laboratorium baru akan kelihatan hasilnya sekitar 14 hari.

“Untuk saat ini, kami belum bisa mengambil kesimpulan penyebab keracunan dan dari sumber makanan atau minuman mana. Pastinya nanti setelah selesai diteliti di laboratorium,” tukasnya.*

Pos terkait