SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mulai mematangkan dukungan infrastruktur dan pendanaan untuk operasional Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Moda transportasi massal ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik kemacetan.
Dua fasilitas utama telah disiapkan untuk menunjang operasional BRT, yakni depo bus di kawasan Gedong Lima, Kecamatan Padalarang, serta terminal penumpang di Kota Baru Parahyangan (KBP).
Lokasi depo tersebut dinilai strategis karena berada tidak jauh dari Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang. Adapun layanan BRT ini sebelumnya telah menjalani uji coba pada masa kepemimpinan Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.
Sekretaris Daerah KBB Ade Zakir Hasyim mengatakan, operasional BRT Bandung Raya akan menggunakan jaringan jalan arteri yang saat ini sudah tersedia. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu membangun jalur khusus untuk bus tersebut.
Sebagai penunjang layanan, sejumlah halte di sepanjang koridor akan dibangun dengan konsep on-corridor. Selain itu, marka pemberhentian juga disiapkan untuk mengatur lokasi penumpang naik dan turun bus.
“Skema operasional yang disepakati tidak menggunakan jalur khusus karena bus akan melintasi jalan yang sudah ada. Meski begitu, fasilitas halte dan marka pemberhentian tetap disediakan di sepanjang koridor,” kata Ade, Minggu (1/11/2026).
Rute BRT Bandung Raya nantinya akan melewati sejumlah kawasan yang selama ini kerap mengalami kepadatan kendaraan. Di antaranya Simpang Cimareme dan Simpang Tol Padalarang yang menjadi salah satu titik kemacetan di wilayah Bandung Barat.
Selain menyiapkan fasilitas fisik, Pemkab Bandung Barat juga mengalokasikan anggaran melalui skema pembiayaan bersama (cost sharing) dalam bentuk hibah untuk mendukung Penyelenggaraan Pelayanan Umum (PSO).
Ade menyebutkan, pada tahun sebelumnya pemerintah daerah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp1.888.619.426 untuk mendukung program tersebut.
Dukungan pendanaan kembali diperkuat melalui APBD Perubahan 2026 dengan tambahan alokasi sebesar Rp1.936.518.705.
Dengan penambahan tersebut, total anggaran yang telah disiapkan Pemkab Bandung Barat untuk mendukung operasional BRT Bandung Raya mencapai sekitar Rp3,82 miliar.*





