Buntut Serangan Pusat Data Nasional, Puan Minta Presiden Evaluasi Kinerja Menkominfo 

Ketua DPR RI Puan Maharani.(Instagram)**

SATUMEDIA.ID – Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, mengalami serangan ransomware yang cukup serius yang berimbas pada lumpuhnya sejumlah layanan publik.

Menyikapi kasus tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta ada tindak lanjut yang serius dalam kasus serangan ransomware Brain Cipher pada PDNS 2. Menurutnya harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.

Berdasarkan hasil analisis forensik sementara ditemukan bahwa serangan ini melibatkan varian baru ransomware bernama Brain Cipher, yang merupakan pengembangan dari Lockbit 3.

Para peretas menuntut tebusan sebesar 8 juta dolar, namun pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak akan membayar tebusan tersebut.

Oleh karenanya, Puan meminta ada tindak lanjut dari kejadian yang merugikan masyarakat tersebut.

“Jadi secara konkret dievaluasi kemudian tindaklanjutnya seperti apa. Pihak-pihak yang kemudian merasa lalai atau kemudian bertanggung jawab ya sebaiknya bisa mengevaluasi diri,” kata Puan dikutip dari parlementeria, Kamis (4/7/2024).

Akibat kejadian itu, Direktur Jenderal Aptika Kominfo, Semuel A. Pangerapan, mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi. Apakah Menkominfo juga harus ikut mempertanggungjawabkannya?

“Menteri itu merupakan orang yang membantu presiden, jadi ya selama dalam menjalankan tugasnya tidak bisa maksimal ya mungkin bisa dievaluasi oleh presiden,” ujarnya.*

Pos terkait