SATUMEDIA.ID – Sejak Indonesia merdeka tahun 1945, seiring perjalanan waktu berbagai dinamika politik sudah menyertainya. Silih berganti kekuasaan terlahir dari pesta demokrasi Pemilu.
Pemilu pertama digelar 1955 pada masa orde lama, kemudian di era orde baru dilaksanakan pada tahun 1971 hingga 1997.
Kemudian di masa reformasi, sudah enam kali pemilu digelar, yaitu Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014, 2019, dan 2024 lalu. Pada masa reformasi inilah, digelar pemilihan langsung kepala daerah.
Di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ada sesuatu yang menarik dan unik. Dimana ada seorang saksi sejarah bagaimana pemilu pertama kali digelar di Indonesia hingga terakhir 2024 lalu.
Adalah Mak Omot bin Ujum, diketahui menjadi salah satu pemilih paling tua yang bakal menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) KBB serentak 2024 ini.
Omot bisa dikatakan manusia tiga zaman yang bakal menjadi saksi sejarah pesta demokrasi. Pada Februari 2024, untuk kesekian kalinya menyalurkan hak pilihnya di Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.
Kini, nama Omot kembali masuk sebagai warga yang terdaftar memiliki hak pilih untuk Pilkada Bandung Barat. Terungkap
saat petugas Pantarlih yang tengah melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) di sejumlah desa di wilayah selatan.
Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya, Mak Omot tercatat dilahirkan di Bandung, 20 Desember 1918. Kesehariannya sebagai ibu rumah tangga.
Dengan demikian, kini usia Omot sudah menginjak 106 tahun. Perempuan yang hidup lebih dari satu abad itu merupakan merupakan warga Kampung Selakopi RT 01/RW 18 Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, KBB.
Karena usianya sudah lanjut, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukannya. Sehari-hari hanya berbaring di atas kasur dan berjemur di teras rumahnya.
“Mak Omot tinggal bersama tiga orang anaknya. Penglihatannya sudah kabur, begitupun dengan pendengarannya kurang jelas,” kata Divsos dan SDM PPK Gununghalu, Nurjen Abduh, Jumat 12 Juli 2024.
Tempat tinggal Omot cukup jauh dari tempat pemungutan suara (TPS). Sementara untuk berjalan kaki sudah tidak kuat.
“Insya Allah kita tetap bakal memberikan pelayanan khusus bagi pemilih yang sakit maupun sudah lanjut usia,” ucap Nurjen.
Warga KBB berusia di atas 100 tahun yang tercatat dalam DPT Pilkada KBB lainnya adalah Ija yang dikenal dengan panggilan Abah Ija.
Abah Ija tinggal di Kampung Babakan RT 04/RW 01, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas. Usianya hanya terpaut setahun dari Mak Omot.
Jika Mak Omot berusia 106 tahun, maka Abah Ija berusia 105 tahun. Tepatnya dilahirkan di Bandung pada 20 Mei 1919 yang berprofesi sebagai buruh harian lepas.*

