SATUMEDIA.ID – Sebanyak 14 karya jingle dan 32 karya desain maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandung Barat bersaing untuk digunakan pada ajang kontestasi pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.
Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman mengatakan, pendaftaran dan penerimaan sayembara maskot dan jingle Pilkada Bandung Barat 2024 dibuka dari 22 April 2014 dan berakhir pada 5 Mei 2024.
Menurutnya, animo masyarakat untuk mengikuti sayembara maskot dan jingle Pilkada Bandung Barat 2024 cukup tinggi.
“KPU sudah menerima 32 karya maskot dan 14 karya jingle untuk Pilkada Bandung Barat 2024. Tahap penjurian akan mulai dilaksanakan pada 6 Mei 2024 dan hasilnya bakal diumumkan pada 7 Mei 2024,” kata
Ripqi Ahmad Sulaeman saat dihubungi, Minggu (5/5/2024).
Diungkapnya, untuk maskot kebanyakan mengambil tema hewan dan buah-buahan. Ada pula yang mengirimkan hasil karya dengan tema bangunan.
“Ada berbagai desain gambar yang telah dikirimkan mulai dari tema bangunan. Namun kebanyakan hewan dan buah-buahan,” ucapnya
Menurutnya, karya jingle dan maskot yang nantinya akan dipilih harus memenuhi kriteria yang ditentukan. Dimana dewan juri yang akan memilih karya terbaik berasal dari berbagai unsur seperti budayawan, akademisi, pemerintah, dan tokoh masyarakat.
Salah seorang Dewan Juri Sayembara Maskot dan Jingle Pilkada Bandung Barat 2024, Iing Nurdin mengatakan, tujuan sayembara ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak nanti.
“Maskot harus mengandung sebuah filosofi tentang budaya yang ada di Bandung Barat, bisa menarik masyarakat dan sinkron dengan visi misi KBB.Ini yang kemudian kita terjemahkan partisipasi masyarakat dalam bentuk maskot,” tutur Iing.
Ia menambahkan, gambar yang dijadikan maskot harus memperlihatkan ciri khas di KBB. Bisa berupa hewan, buah-buahan ataupun bangunan.
“Tujuannya untuk mempublikasikan ikon KBB,” ucapnya.
Menurutnya dari karya maskot yang masuk
hampir sebagian besar sudah masuk kriteria dan para juri bakal memperdalam hal itu.
“Maskot yang terpilih hanya dipergunakan sekali dan tidak akan dipakai lagi. Dengan demikian maskot dan tagline harus bisa diingat dan memunculkan kapan Pilkada digelar. Sehingga masyarakat bisa tahu akan ada Pilkada di KBB,” tandasnya.*





