Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Sekolah di Kabupaten Banjar Bersiap Terapkan PJJ

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi kualitas udara membuat Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menyiapkan langkah antisipasi di lingkungan sekolah.(Dok.Pemkab Banjar).**

SATUMEDIA.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi kualitas udara membuat Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menyiapkan langkah antisipasi di lingkungan sekolah.

Salah satu opsi yang disiapkan yakni menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila kondisi udara semakin memburuk dan berisiko terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.

Bupati Banjar Saidi Mansyur telah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) memantau kondisi seluruh satuan pendidikan menyusul meningkatnya kabut asap di sejumlah wilayah.

Kepala Disdik Kabupaten Banjar Liana Penny mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah untuk memantau kualitas udara dan memastikan kesiapan jika kabut asap semakin pekat.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk,” kata Liana dikutip dari laman Pemkab Banjar, Minggu (30/8/2026).

Ia mengatakan, sekolah diminta tidak hanya memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan siswa selama pembelajaran berlangsung.

Apabila kualitas udara dinilai sudah tidak mendukung pembelajaran tatap muka, sekolah dapat menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi di wilayah masing-masing.

PJJ, lanjut Liana, menjadi salah satu alternatif agar siswa tetap mengikuti pembelajaran tanpa harus beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara memburuk.

“Pembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman,” ujarnya.

Meski demikian, penerapan PJJ belum diberlakukan secara menyeluruh. Disdik akan melihat perkembangan kabut asap dan kondisi masing-masing wilayah sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Sekolah juga diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa. Setiap perkembangan yang berkaitan dengan kondisi udara maupun kesehatan peserta didik harus segera disampaikan dan dilaporkan kepada Disdik.

Di sisi lain, Pemkab Banjar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani karhutla sekaligus mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Warga, terutama anak-anak dan kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

Pemkab Banjar memastikan perkembangan kabut asap akan terus dipantau. Kebijakan di sektor pendidikan akan disesuaikan dengan kondisi udara demi memastikan proses belajar tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan siswa.*