SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat penerimaan pajak daerah telah mencapai sekitar Rp2,1 triliun hingga menjelang akhir Agustus 2026.
Capaian tersebut baru sekitar 58 persen dari target penerimaan pajak daerah Kota Bandung sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3,6 triliun.
Meski masih terdapat selisih sekitar Rp1,5 triliun, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.
Sekretaris Bapenda Kota Bandung Apep Insan Parid mengatakan, pihaknya masih memiliki waktu sekitar empat bulan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak.
“Realisasi sampai menjelang akhir Agustus sudah sekitar Rp2,1 triliun dari target Rp3,6 triliun. Kami masih memiliki waktu untuk mengejar kekurangannya,” kata Apep dikutip dari laman Pemkot Bandung, Senin (31/8/2026).
Apep mengatakan, September menjadi salah satu periode penting bagi Bapenda dalam mengejar target penerimaan.
Pasalnya, pada bulan tersebut jatuh tempo Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang selama ini menjadi salah satu sumber penerimaan pajak daerah.
Menurut dia, pembayaran PBB secara serentak saat jatuh tempo berpotensi meningkatkan penerimaan pajak daerah Kota Bandung.
“September biasanya menjadi salah satu puncak penerimaan karena bertepatan dengan jatuh tempo PBB. Kami berharap penerimaan bisa meningkat,” ujarnya.
Bapenda, kata Apep, akan terus mendorong masyarakat memenuhi kewajiban perpajakannya agar penerimaan daerah semakin optimal.
Pajak untuk Pembangunan
Apep mengingatkan, pajak daerah tidak hanya berkaitan dengan kewajiban warga, tetapi juga menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Karena itu, masyarakat diimbau membayar pajak tepat waktu dan sesuai dengan kewajiban yang telah ditetapkan.
“Ketika masyarakat membayar pajak daerah tepat waktu dan tepat jumlah, secara tidak langsung mereka ikut berkontribusi terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bandung,” tutur Apep.
Dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak, Bapenda berharap penerimaan hingga akhir 2026 dapat memenuhi target Rp3,6 triliun dan mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah daerah.*
