SATUMEDIA.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran baru 2024/2025 di SDN Babakan Talang, Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangatlah memprihatinkan, Senin (15/7/2024).
Tak adanya bangunan sekolah yang hancur akibat bencana alam pergerakan tanah yang terjadi pada 19 Februari 2024, membuat para siswa harus melaksanakan MPLS di tengah lapangan terbuka.
Dari rekaman video yang dikirim warga, seluruh siswa harus berpanas-panasan di tengah lapangan terbuka. Tak hanya melaksanakan MPLS di bawah terik panas matahari, lapangannya diselimuti debu.
“Ada 30 siswa baru yang ikut MPLS. Sementara jika ditotal dengan siswa kelas 2 sampai 6 totalnya menjadi 90 siswa,” kata
Ketua Komite SDN 1 Babakantalang, Asep Nurul Hikmat melalui sambungan telepon.
Ia merasa prihatin dengan kondisi siswa baru yang hari pertama masuk sekolah dilaksanakan di lapang terbuka tanpa tenda maupun tempat berteduh lainnya.
“MPLS dilaksanakan di Lapang Cigombong masih di Desa Cibedug. Tidak ada tempat berteduh ataupun tenda membuat para siswa harus melaksanakan MPLS di bawah panas terik dan lapangan berdebu,” ujarnya.
Para siswa baru tersebut melaksanakan MPLS dari pukul 07.00 sampai 10.00 WIB. Rencananya kegiatan MPLS akan berlangsung selama tiga hari.
“Saya berharap ada solusi dari pemerintah agar para siswa bisa melaksanakan MPLS di ruangan kelas,” harapnya.
Ia mengungkapkan , berdasarkan info dari Dinas Pendidikan (Disdik) KBB untuk tempat belajar sementara diarahkan ke SDN Babakan Talang 2 yang berada di Desa Sukamanah atau SDN Langensari di Desa Cibedug.
“Jarak kedua seolah itu cukup jauh dan masuknya kelas siang. Berdasarkan musyawarah orangtua, sepakat kegiatan belajar sementara di lapang Cigombong daripada anak-anak tidak sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, kondisi terakhir bangunan SDN Babakan Talang 1 sudah hancur akibat tanahnya terbelah dengan kedalaman 5 meter. Begitupun dengan halaman sekolah dipenuhi retakan.*


