Disdik KBB Sebut MPLS SDN 1 Babakan Talang di Lapangan Inisiatif Orangtua Siswa

Siswa kelas 1 SDN Babakan Talang 1 sudah melaksanakan pembelajaran di ruang kelas, Senin (15/7/2024).(Istimewa)**

SATUMEDIA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak mengizinkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran baru 2024/2025 SDN 1 Babakan Talang dilaksanakan di lapangan.

“Sebenarnya MPLS di lapangan itu bukan kebijakan sekolah, tapi merupakan inisiatif dan kesepakatan orangtua siswa. Jadi mulai besok sampai lusa tidak boleh dilaksanakan lagi di lapangan,” kata Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Wawan Hernawan saat dihubungi, Senin (15/7/2024).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 30 siswa baru SDN 1 Babakan Talang  yang berlokasi di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga melaksanakan MPLS di lapangan Cigombong.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan, sejak bangunan SDN 1 Babakan Talang  rusak akibat bencana alam pergerakan tanah pada 19 Februari 2024 lalu, sudah tak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Agar pendidikan para siswa tak terputus, makanya kami gabungkan untuk sementara KBM di SDN 2  Babakan Talang 2. Memang KBM-nya jadi siang hari, karena paginya digunakan oleh Babakan Talang 2,” ujarnya.

Termasuk, lanjut Wawan, MPLS untuk siswa baru juga dilakukan pada siang hari dalam ruangan kelas. Namun para orangtua siswa berinisiatif untuk menggelar di Lapangan Cigombong pada pagi hari.

“Tadi setelah beres MPLS di lapangan, para siswa langsung masuk ke dalam kelas di SDN 2 Babakan Talang. Sebenarnya MPLS juga harusnya di dalam kelas, bukan di lapangan seperti pagi tadi. Maka dari itu, mulai besok harus di dalam kelas tidak boleh lagi di lapangan. Sesuai jadwal MPLS itu dilaksakan tiga hari sampai Rabu lusa. Untuk sisa dua hari harus di dalam kelas,” tandasnya.

Mengenai belum dibangunnya kembali SDN 1 Babakan Talang,  Wawan menjelaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Hingga kini untuk penentuan lahan sekolah baru masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi.

“Pada dasarnya kami pun ingin cepat kembali membangun, tapi tentunya harus di daerah yang aman. Jangan sampai mendirikan sekolah di zona rawan bencana. Makanya perlu kehati-hatian, tidak boleh gegabah. Sehingga mencegah kerusakan bangunan dan tentunya mencegah jatuhnya korban jiwa,” tuturnya.

Selain itu, Disdik KBB juga masih menunggu bantuan anggaran untuk pembangunan sekolah baru dari pemerintah pusat. Pasalnya, untuk membangun gedung baru sekolah dibutuhkan anggaran yang besar.

“Bisa saja SDN Babakan Talang 1 dan 2 di merger. Tentunya bangunannya tidak seperti sekarang, tapi dinaikkan menjadi dua lantai dan lahannya diperluas. Jadi sebenarnya ada beberapa pilihan, sekarang kami hanya meminta kepada para orangtua siswa untuk bersabar. Karena sekarang semuanya sedang berproses,” tukasnya.*

 

Pos terkait