SATUMEDIA.ID – Kebakaran melanda lahan perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Bukit Unggul di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026) malam.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 18.45 WIB. Warga bersama petugas gabungan langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan untuk mengecek titik kebakaran sekaligus melakukan pemadaman.
Danru Polisi Kehutanan (Polhut) KPH Bandung Utara, Budi Hartono, mengatakan lokasi kebakaran berada di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan petak 27 RPH Cibodas, BKPH Manglayang Barat, KPH Bandung Utara.
Menurut dia, material yang terbakar berupa semak belukar dan tumbuhan bawah yang berada di sekitar areal perkebunan.
“Indikasi sementara menunjukkan api muncul dari aktivitas pembukaan lahan. Semak-semak di lokasi diduga dibakar untuk menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai kebun sayuran,” ujar Budi, Minggu (6/9/2026).
Budi menyebutkan, titik kebakaran berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari kawasan hutan.
Meski berada cukup dekat dengan hutan, api tidak sampai merambat ke kawasan tersebut. Petugas berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 21.30 WIB.
“Medan yang kami hadapi cukup terjal dan saat kejadian angin juga bertiup kencang. Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan kehati-hatian agar api tidak meluas,” katanya.
Pemadaman melibatkan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, BPBD, Polhut, jajaran BKPH Manglayang Barat, serta warga sekitar.
Budi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Seluruh proses pemadaman berlangsung aman dan tidak ada laporan warga ataupun petugas yang menjadi korban,” ucapnya.
Setelah api dinyatakan padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka bersama warga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Lokasi tetap kami pantau setelah pemadaman. Petugas memastikan bara yang tersisa benar-benar aman sehingga tidak kembali menjadi titik api,” tutur Budi.*