SATUMEDIA.ID – Ratusan warga Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Salat meminta hujan itu dilaksanakan di Lapangan Kompleks Graha Kencana, Kecamatan Batujajar, Jumat (11/9/2026) siang, setelah pelaksanaan Salat Jumat.
Kegiatan tersebut diinisiasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Batujajar bersama Kantor Urusan Agama (KUA) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Batujajar.
Jemaah yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, guru, hingga pelajar.
Camat Batujajar Andi M. Hikmat mengatakan, Salat Istisqa digelar sebagai salah satu ikhtiar masyarakat menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih.
Menurut Andi, kondisi kekeringan kini telah menyebabkan tujuh desa di Kecamatan Batujajar mengalami krisis air bersih.
“Seluruh desa sudah menyampaikan permohonan bantuan air bersih. Kondisi di sejumlah wilayah sudah cukup sulit sehingga kebutuhan air masyarakat harus mendapat perhatian,” ujar Andi.
Ia mengatakan, hujan sudah cukup lama tidak turun dengan intensitas berarti di Batujajar. Hujan yang sempat turun pun hanya berupa gerimis dan berlangsung dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran.
Andi menjelaskan, Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat di tengah berbagai upaya penanganan kekeringan yang dilakukan pemerintah.
“Melalui Salat Istisqa, kami mengajak masyarakat memanjatkan doa agar hujan segera turun di Batujajar dan wilayah lainnya. Mudah-mudahan hujan yang datang nantinya membawa manfaat dan keberkahan,” katanya.
Selain penanganan secara teknis, seperti pendistribusian bantuan air bersih, Andi menilai penguatan sisi spiritual juga penting dilakukan.
Ia mengajak masyarakat memperbanyak doa, istighfar, serta amal kebaikan sembari tetap melakukan berbagai langkah untuk menghadapi dampak kemarau.
“Kami berharap seluruh masyarakat terus berikhtiar, baik melalui langkah nyata maupun dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kondisi kekeringan segera berakhir dan hujan kembali turun,” tutur Andi.*

