SATUMEDIA.ID – Kupat tahu yang dijual di Pasar Gerebeg Maroko, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga menjadi penyebab 19 orang mengalami keracunan.
Akibat kejadian itu, sebanyak 17 orang harus menjalani perawatan dan 2 orang dirujuk ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK) Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB mengatakan kasus dugaan keracunan makanan kupat tahu yang dijual pedagang di Pasar Gerebeg Maroko, Desa Mekarjaya.
Deni menyebut, warga yang mengalami gejala keracunan berasal dari Kampung Citeureup RT 02/RW 09, Kampung Cikiara RT 01/RW 8, Kampung Jalupang RT 03/RW 03, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling.
“Kronologis kejadian pada hari Jumat tanggal 19 Juli 2024 sekitar pukul 07.00 WIB para korban membeli kupat tahu dibungkus di Pasar Gerebeg Maroko, Desa Mekarjaya dikonsumsi jam 10.00 di rumah,” kata Deni saat dihubungi, Sabtu (20/7/2024).
Ia mengungkapkan, para korban mulai merasakan keluhan gejala keracunan, seperti mual dan muntah pada Sabtu subuh. Dari 19 orang korban, terdiri dari satu orang ibu hamil, 4 anak, dan 14 dewasa.
Korban mulai berdatangan ke Puskesmas Saguling pada Sabtu (20/7/2024) pukul 10.00 WIB. Pasien mengalami muntah-muntah, mual, pusing, lemas, dan mencret.
Pihak puskesmas kemudian melakukan investigasi berupa penyelidikan epidemiologi, penanganan pasien yang terdampak, koordinasi dengan lintas program dan sektor, melakukan wawancara dan observasi masyarakat dan penjamah makanan, pengambilan dan pengamanan spesimen makanan.
“Alhamdulillah berkat kesiapsiagaan dan sinergitas bidan desa, puskemas, Dinkes KBB, pemerintah desa, dan Forkompimcam Saguling, pasien terduga keracunan bisa ditangani dengan cepat,” ujarnya
Korban terduga keracunan dapat ditangani di bidan desa dan fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu Puskesmas Saguling.
“Sementara pasien dengan kormobid dan ibu hamil dirujuk ke RSCK Kota Baru Parahyangan,” tukasnya.*





