SATUMEDIA.ID – Air yang digunakan untuk memasak menjadi penyebab keracunan massal samenan (perpisahan) dan kenaikan kelas di SDN Gandasari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi yang dilaksanakan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat, terdapat bakteri E-coli di air yangg digunakan buat masak nasi dan ayam krispi,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Deni Achmad saat dihubungi Satumedia, Sabtu (13/7/2024).
Tak hanya itu, Deni mengungkapkan hasil pemeriksaan toksikologi positif mengandung nitrit di air bersih, dan sianida di muntahan.
“Tapi untuk sianida pada muntahan korban, bisa bias hasilnya. Karena bisa saja dari makanan lain yang mengandung sianida, contohnya singkong,” jelas Deni.
Ia mengungkapkan, sebelumnya Dinkes KBB mengambil empat sampel makanan yang dikirim ke Labkesda Jabar berupa ayam krispi, ayam mentah marinasi, saus sambel tomat dan saus sambel cabe. Kemudian satu sampel muntahan korban serta dua sampel air bersih yang digunakan untuk memasak nasi dan ayam goreng tepung.
“Dari berbagi kejadian keracunan makanan, tentunya ini harus menjadi perhatian buat semua. Terutama dalam menjaga kebersihan dari bahan-bahan yang akan dimasak, cara pengolahan yang benar, dan selalu menjaga sanitasi lingkungan,” pesannya
Diberitakan sebelumnya, acara perpisahan atau samenan dan kenaikan kelas di SDN Gandasari, Kampung Bojongmareme, Desa/Kecamatan Sindangkerta berakhir duka. Pasalnya, siswa dan orangtua yang hadir pada acara tersebut mengalami keracunan massal.
Informasi yang dihimpun, peristiwa keracunan terjadi pada Senin (24/6/2024). Pada acara tersebut, para siswa dan orangtua mendapat konsumsi makanan nasi kotak dengan menu ayam goreng tepung.
Ketika acara berlangsung tak ada satupun siswa maupun orangtuanya yang mengeluh sakit. Gejala keracunan baru terasa pada Selasa 25 Juni 2024 sekitar pukul 01.00-03.00 WIB dini hari. Mereka mengeluh sakit perut, mual dan diare.*





