SATUMEDIA.ID – Menu ayam bumbu lada hitam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengungkap penyebab gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat telah mengirim sampel menu ayam lada hitam tersebut ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) KBB.
Sampel itu akan diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat kandungan yang berpotensi memicu keluhan kesehatan pada siswa.
Kepala Dinas Kesehatan KBB Lia N. Sukandar mengatakan, pemeriksaan dilakukan melalui uji kimia dan mikrobiologi.
“Untuk mengetahui kaitannya dengan keluhan yang dialami siswa, sampel makanan sudah kami kirim ke Labkesda sejak Senin. Nantinya akan diperiksa dari sisi kimia maupun mikrobiologi,” ujar Lia dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Menurut Lia, hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan keluar paling lambat satu pekan.
“Perkiraan hasilnya bisa kami terima paling lambat dalam waktu satu minggu,” katanya.
Pemeriksaan terhadap sampel ayam lada hitam dilakukan setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan.
Berdasarkan rekapitulasi data medis dari empat fasilitas kesehatan, sebanyak 33 siswa tercatat mendapatkan pengobatan.
Mereka ditangani di RSUD Cibabat, RS IMC Cimareme, RS Graha Medica, dan Klinik Harapan Sehat.
Sebagian besar siswa telah pulih dan diperbolehkan pulang. Namun, hingga Jumat, masih terdapat delapan pasien yang menjalani pemulihan, yakni satu orang di RSUD Cibabat dan tujuh orang di RS IMC Cimareme.
“Sebagian besar pasien kondisinya sudah membaik. Saat ini masih ada delapan orang yang menjalani perawatan, satu di Cibabat dan tujuh di RS IMC,” ujar Lia.
Sementara itu, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padalarang Cipeundeuy membantah adanya proses pengolahan yang tidak sesuai prosedur.
Kepala SPPG Padalarang Cipeundeuy Maulana Hamdan Fathussudur mengatakan, ayam bumbu lada hitam merupakan menu yang diproduksi dan didistribusikan kepada sekolah pada hari kejadian.
Ia menyebut seluruh proses, mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi, dilakukan dengan mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Menu yang kami distribusikan saat itu memang ayam bumbu lada hitam. Seluruh prosesnya, termasuk waktu pengolahan dan penyajian, kami jalankan berdasarkan SOP,” kata Maulana.
SPPG Padalarang Cipeundeuy diketahui memasok MBG ke 11 sekolah dengan total 1.407 penerima manfaat.
Dari jumlah tersebut, laporan gangguan kesehatan awalnya disebut melibatkan 30 siswa dari tiga sekolah.
“Total ada 11 sekolah yang kami suplai dengan 1.407 penerima manfaat. Untuk kejadian ini, laporan yang kami terima berasal dari tiga sekolah dengan sekitar 30 siswa,” ujarnya.
Maulana juga menyoroti jarak dapur produksi dengan SDN 2 Cipeundeuy yang relatif dekat.
Menurut dia, jaraknya hanya sekitar 200 hingga 300 meter sehingga makanan yang telah selesai dimasak dapat segera dikirim ke sekolah.
“Karena jaraknya hanya sekitar 200 sampai 300 meter, makanan yang sudah selesai disiapkan bisa langsung kami antar ke sekolah,” tuturnya.
Kendati SPPG menyatakan proses pengolahan dan distribusi ayam lada hitam telah mengikuti SOP, penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan Labkesda.*





