Samenan di Sindangkerta Harus Bawa Makanan dari Rumah

Kasi Bimbingan dan Pengawasan Pemerintahan (Binwas) Kecamatan Sindangkerta, D. Hoeruddin.(Dicky Mawardi/Satumedia)**

SATUMEDIA.ID – Sejak terjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan di SDN Gandasari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), konsumsi pelaksanaan samenan dan kenaikan kelas dibawa dari rumah masing-masing.

“Samenan dan kenaikan kelas pasca kejadian keracunan di SDN Gandasari tak lagi ada konsumsi yang disiapkan panitia penyelenggara. Untuk konsumsi dibawa orangtua dan siswa dari rumahnya masing-masing,” kata Kasi Bimbingan dan Pengawasan Pemerintahan (Binwas) Kecamatan Sindangkerta, D. Hoeruddin, Jumat (28/6/2024).

Seperti yang terjadi pada Kamis (27/6/2025) acara samenan 2 SD dan 1 SMP tetap semarak meski konsumsi dibawa dari rumah masing-masing. Para orangtua dan siswa rela membawa makanan dengan rantang, dan lainnya.

“Panggung hiburan tetap ada, hanya konsumsinya dibawa dari rumah masing-masing. Ini semua dilakukan sebagai antisipasi terjadinya keracunan makanan,” ujarnya.

Diketahui, 125 orang mengalami keracunan pasca menghadiri acara samenan dan kenaikan kelas di SDN Gandasari, Kecamatan Sindangkerta. Banyaknya warga yang menjadi korban sehingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Mengenai nasi kotak yang diduga menjadi penyebab keracunan, Hoeruddin mengatakan, dipesan dari pedagang ayam goreng tepung dari daerah Rancapunggung, Kecamatan Cililin.

“Setahu saya, pedagang ayam goreng kriuk ini sudah setahun lebih berjualan. Selama ini tak pernah ada kejadian apa-apa,” ucapnya.

Sebenarnya, Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, salah satu upaya untuk mencegah terulangnya kasus keracunan, pihaknya mewajibkan perusahaan katering harus sudah memiliki sertifikat higenis.

“Sementara untuk jajanan sekolah, karena di KBB juga pernah beberapa kali kejadian para pedagangnya akan diberikan pembinaan khusus. Hanya bagi yang sudah mendapat pembinaan diperbolehkan berjualan di sekitar lingkungan sekolah. Nanti kita pasang stiker aman di tempat jualannya,” tuturnya.*

Pos terkait