Angin Kencang Porak-porandakan 2 Kecamatan di KBB, 10 Orang Tertimpa Bangunan dan Pohon

Angin kencang menerjang Kecamatan Sindangkerta dan Cipongkor, KBB merusak ratusan rumah dan melukai 10 orang pada Kamis (1/11/2024).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Amukan angin kencang merusak 144 rumah di Kecamatan Sindangkerta dan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis (31/10/2024).

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, angin kencang menerjang Desa Rancasenggang mengakibatkan kerusakan 60 rumah, Desa Pasir Pogor 35 rumah, Desa Puncak Sari 15 rumah, Desa Cikadu 11 rumah, serta Desa Weninggalih 7 rumah.

“Angin kencang juga terjadi di Kecamatan Cipongkor yakni Desa Girimukti menimbulkan kerusakan 10 rumah dan Desa Cijenuk 6 rumah,’ kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD KBB, Yan Cahya Djuarsa, Jumat (1/11/2024).

Ia mengungkapkan, selain merusak rumah,
juga mengakibatkan 10 orang terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan serta pohon tumbang.

“Mereka tertimpa reruntuhan atap rumah dan pohon. Alhamdulilah kondisi mereka sudah pulih,” ujarnya.

Terkait dengan kejadian tersebut, BPBD KBB telah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem selama 3 hari ke depan yang bisa memicu terjadinya hujan lebat. Oleh karena itu, kami imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan terjadinya angin kencang, longsor, maupun banjir,’ tukasnya.

Sementara itu, BMKG memprakirakan wilayah Bandung Raya bakal diterjang hujan deras disertai angin kencang pada 1-3 November 2024. Terkait dengan hal tersebut, BMKG Bandung telah menerbitkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem.

Peringatan dini ini berlaku bagi Bogor, Depok, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Cimahi, Sumedang, Kuningan, Garut, Tasikmalaya dan Majalengka

Prakirawan cuaca BMKG Bandung, Muhammad Iid mengatakan cuaca ekstrem ini ditandai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini bisa terjadi pada skala lokal dan durasi relatif singkat pada rentang waktu antara siang hingga malam hari.

“Cuaca ekstrem ini dipicu karena ada pertumbuhan awan cumulonimbus dengan skala lokal yang berdampak pada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang,” kata lid.*

Pos terkait