SATUMEDIA.ID – Kepastian hak atas tanah dan kesesuaian tata ruang menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Keduanya berperan dalam memperlancar transaksi, mendukung pembiayaan, hingga memberikan kepastian pemanfaatan lahan bagi investor.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan mengatakan, pertanahan dan tata ruang merupakan bagian dari infrastruktur dasar perekonomian yang turut menentukan kelancaran investasi.
Hal itu disampaikan Ossy saat menjadi pembicara utama dalam Banten Investment Forum 2026 di Kota Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026).
“Pelayanan pertanahan yang efisien juga diperlukan untuk memperlancar kegiatan investasi. Karena itu, kepastian hak atas tanah dan arah pemanfaatan wilayah melalui tata ruang menjadi aspek penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Ossy.
Menurut dia, Provinsi Banten memiliki potensi investasi yang besar berkat keunggulan geografis, perkembangan kawasan industri, serta dukungan infrastruktur transportasi dan logistik.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Banten turut berperan melalui penyediaan layanan pertanahan.
Berdasarkan data Kanwil BPN Banten, sekitar 3,75 juta bidang tanah di provinsi tersebut telah bersertifikat.
Selain itu, hingga awal Oktober 2026, nilai Hak Tanggungan yang didaftarkan di Banten mencapai Rp 58,87 triliun.
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari layanan pertanahan tercatat sebesar Rp 225,2 miliar. Adapun bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) mencapai Rp 1,35 triliun.
Ossy menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa layanan pertanahan tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi dan investasi, tetapi juga berkontribusi terhadap penerimaan negara serta pendapatan asli daerah (PAD).
“Kontribusi ini dapat mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik di Banten,” katanya.
Forum tersebut dihadiri perwakilan lembaga pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan investor untuk membahas peluang serta penguatan iklim investasi di Provinsi Banten.*



