SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, membenahi 10 titik drainase jalan untuk mengantisipasi banjir dan genangan air menjelang musim hujan.
Perbaikan dilakukan pada saluran yang dinilai perlu ditingkatkan fungsinya agar mampu menampung dan mengalirkan air hujan secara optimal. Dengan begitu, risiko luapan air ke badan jalan hingga kawasan permukiman diharapkan dapat ditekan.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, pekerjaan tersebut tersebar di tiga kecamatan, meliputi Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Jalan Encep Kartawiria, Jalan Cimenteng, Jalan Kaum, Jalan Pacinan, Jalan MK Wiganda, Jalan Pabrik Aci, Jalan Rancabentang, Jalan Veteran, dan Jalan Cibogor.
Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi Wilman Sugiansyah mengatakan, perbaikan drainase tahun ini mencakup 10 paket pekerjaan yang menjangkau wilayah Cimahi bagian utara, tengah, dan selatan.
“Penanganan drainase kami bagi ke dalam 10 paket pekerjaan. Lokasinya mencakup sejumlah ruas jalan di tiga wilayah kecamatan agar perbaikan infrastruktur ini menjangkau berbagai kawasan di Cimahi,” kata Wilman dikutip dari laman Pemkot Cimahi, Selasa (13/10/2026).
Pemkot Cimahi mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk membiayai seluruh pekerjaan tersebut.
Wilman menyebutkan, sebagian besar proyek perbaikan drainase telah selesai dikerjakan. Namun, masih ada pekerjaan yang berlangsung, salah satunya di Jalan Raden Demang Hardjakusumah.
Di lokasi tersebut, pembenahan drainase dilakukan bersamaan dengan pekerjaan trotoar. Proyek itu ditargetkan rampung pada awal November 2026.
“Sebagian besar pekerjaan sudah selesai. Untuk Jalan Raden Demang Hardjakusumah, pengerjaan masih berlanjut karena mencakup penataan trotoar dan ditargetkan tuntas pada awal November,” ujar Wilman.
Wilman menjelaskan, pembenahan saluran drainase bertujuan memperlancar aliran air hujan sehingga tidak terjadi penumpukan air yang berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir.
Saluran yang telah diperbaiki diharapkan dapat menampung limpasan air dan mengalirkannya menuju sungai tanpa menimbulkan luapan di jalan raya.
Karena itu, optimalisasi fungsi drainase menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemkot Cimahi untuk mengurangi risiko banjir, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
“Kami ingin air hujan bisa masuk ke saluran dan mengalir dengan lancar hingga ke sungai. Dengan kapasitas dan fungsi drainase yang lebih baik, potensi air meluber ke jalan bisa diminimalkan,” tutur Wilman.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian Pemkot Cimahi meskipun pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dan tekanan fiskal.
Menurut Wilman, perbaikan infrastruktur dasar tetap diupayakan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kenyamanan masyarakat.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap berusaha menjalankan pembangunan yang menjadi prioritas. Infrastruktur seperti drainase perlu mendapat perhatian karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.*





