Survei Partai Golkar: Dikdik Suratno Nugrahawan Masih Tertinggi di Pilkada Cimahi

Dikdik Suratno Nugrahawan.(Instagram)**

SATUMEDIA.ID – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan masih menduduki hasil survei tertinggi untuk bakal calon Wali Kota Cimahi di Pilkada Serentak 2024.

Survei dilakukan oleh sebuah lembaga survei yang direkomendasikan Partai Golkar Cimahi. Dari 400 responden di 312 RW, 15 kelurahan, dan tiga kecamatan dengan margin of error plus minus 5%, Dikdik mengungguli Ngatiyana.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi Budhi Setiawan mengatakan, survey dilakukan oleh lembaga survei yang direkomendasikan oleh DPP Golkar yang tertuang dalam surat nomor B-1138/GOLKAR/IV/2024.

Ia mengungkapkan melalui simulasi Top of Mine calon wali kota yang berjumlah 16 orang, Dikdik mendapatkan 27,5 persen dan Ngatiyana 12,0 persen.

“Sementara pada simulasi semi terbuka 13 calon, Dikdik meraih 34,4 persen dan Ngatiyana 18,1 persen. Lalu ,untuk simulasi empat nama bakal calon wali kota, Dikdik mendapat 44,0 persen sedangkan Ngatiyana 21,50 persen,” ungkap Budhi Setiawan, Rabu (30/7/2024).

Begitupun ketika dilakukan simulasi dua nama calon wali kota, Dikdik memperoleh 54,1 persen dan Ngatiyana 30,3 persen

Selanjutnya, kata Budhi, untuk simulasi pasangan dengan empat pasang Dikdik mendapat 44,8 persen sedangkan Ngatiyana 21,50 persen. Sementara itu, pada simulasi tiga pasangan Dikdik memperoleh 50,2 persen dan Ngatiyana 26,20 persen.

Begitupun ketika dilakukan simulasi untuk dua pasangan calon Dikdik mendapat 56,3 persen dan Ngatiyana hanya memperoleh 28,9 persen.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Jawa Barat juga melakukan survei internal pada periode 17 sampai 20 Mei 2024.

Survei internal yang dilakukan partai berlambang pohon beringin tersebut dilakukan tiga kali.

Pada survei pertama, Dikdik meraih 54,5 persen disusul Ngatiyana 33,1 persen. Begitupun pada survey kedua, Dikdik
mendapat nilai tertinggi yakni 46,8 persen. Sedangkan Ngatiyana mendapat n30,3 persen.

Pada survei ketiga Dikdik masih menduduki posisi pertama dengan meraih 56,5 persen dan pak Ngatiyana 31,3 persen.

Ia menambahkan, begitupun ketika disimulasikan jika terjadi dua pasangan, mantan Wali Kota Dikdik juga masih tertinggi yakni 56,5 persen unggul jauh dari Ngatiyana 33,2 persen.*

Pos terkait