SATUMEDIA.ID – Jalan Dago Giri yang menghubungkan antara Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kota Bandung kian hari semakin banyak dilintasi kendaraan besar seperti truk.
Informasi yang dihimpun, truk mulai banyak melintasi Jalan Dago Giri pasca dilakukan perbaikan pertengahan 2023 lalu. Perbaikan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang menelan anggaran sekitar Rp4 miliar lebih.
Seiring membaiknya kondisi jalan, truk mulai banyak melintasi jalan alternatif tersebut. Banyaknya truk besar yang lalu lalang dikhawatirkan warga Kampung Bunisari, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang .
“Wajar jika warga khawatir dengan banyaknya truk melintas di Jalan Dago Giri. Masalahnya, kondisi jalan yang menanjak dari arah Kota Bandung ke Lembang membuat truk tak kuat naik,” kata Yuyu (56) warga setempat, Rabu (7/8/2024).
Ia mengungkapkan, pernah beberapa kali kejadian truk yang kuat menanjak akhirnya mundur hingga terperosok dan terbalik. Diduga sopir truk tak menguasai medan sehingga telat mengoper ke gigi rendah.
Kejadian terakhir, sebuah truk pengangkut pasir yang tak berhasil menaklukan tanjakan akhirnya meluncur mundur hingga
menghantam tembok pekarangan rumah warga, Minggu (4/8/2024) malam.
“Minggu malam truk penuh muatan pasir yang mengalami kecelakaan, sebelumnya truk pengangkut kopi. Begitupun truk pengangkut batu hebel dan kaca mengalami kecelakaan tunggal. Gegara tak kuat menanjak,” ungkapnya.
Ia berharap, baiknya truk ataupun kendaraan-kendaraan besar dilarang masuk Jalan Dago Giri. Khawatirnya jika di belakang kendaraan besar ada kendaraan lain.
“Daripada terjadi kecelakaan fatal, mending buat aturan larangan bagi kendaraan besar melintas di Jalan Dago Giri,” sarannya.
Menurutnya, bukan hanya membahayakan kendaraan lain tapi juga warga yang tinggal di pinggir Jalan Dago Giri. Sekalipun ketika terjadi kecelakaan diganti rugi.
Terpisah, Panit 1 Unit Lantas Polsek Lembang, Ipda Pol Yayat R mengatakan, pihaknya sudah sering mengingatkan sopir kendaraan barang terutama truk dari arah Bandung menuju Lembang agar tidak melintasi Jalan Dago Giri karena rawan kecelakaan.
“Jika ketahuan pasti kita ingatkan agar sopir truk tak memaksakan lewat Jalan Dago Giri. Kebanyakan sopir nekat ke Dago Giri mengikuti arahan Goggle Map karena waktu tempuhnya lebih cepat,” kata Yayat.*