Air Baku Perumda Tirta Raharja Turun 59 Persen, Pelayanan ke Pelanggan di Cimahi Terganggu

Ilustrasi distribusi air bersih terganggu.(Pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Kemarau panjang menyebabkan sumber air baku Perumda Air Minum Tirta Raharja mengalami penurunan 52 persen hingga 59 persen. Paling dirasakan dampaknya oleh pelanggan yang berada di Kota Cimahi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, Teddy Setiabudi mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kota Cimahi yang pelayanannya terganggu meliputi Cimahi Wilayah Selatan seperti Town Place, Pilar Mas, Kerkof, Leuwigajah, dan Nanjung dengan total 1.931 SR (sambungan rumah).

“Selain itu, pelayanan Cimahi Wilayah Timur seperti Jalan Gandawijaya, Jalan Gatot Subroto, Jalan Lurah, dan Jalan Abdul Halim dengan total sebanyak 900 SR juga ikut terganggu,” sebut Teddy, Kamis (5/9/2024).

Diakuinya, terganggunya pelayanan air minum Perumda Tirta Raharja Kantor Pelayanan (KP) Cimahi akibat ketersediaan kapasitas sumber air baku mengalami penurunan dikisaran 52 persen sampai 59 persen.

Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan Perumda Air Minum Tirta Raharja agar pelayanan kepada masyarakat tak sampai berhenti total.

“Kita melakukan rekayasa jaringan distribusi air bersih, dan menyalurkan air bersih melalui truk tangki, dan pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cipageran,” ujarnya.

Menghadapi situasi kemarau seperti sekarang ini, Teddy mengimbau kepada para pelanggan untuk secara bijak menggunakan air dan menampung air secukupnya selama mengalir pada sistem perpipaan.

Dikatakannya untuk memudahkan pelanggan dalam menyampaikan keluhan pelanggan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi atau mengirim pesan ke petugas pelayanan langganan dengan format Nama_No Pelanggan_Uraian Pengaduan. Selanjutnya, kirimkan pesan dimaksud ke Contact Center 082136866866.

Perumda Air Minum Tirta Raharja adalah Perusahaan Umum Daerah yang melayani pemenuhan kebutuhan air minum/bersih bagi masyarakat/pelanggan di Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah sambungan adalah sebanyak 116.170 SR, melayani 485.648 Jiwa.

Sebaran Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Raharja di Kabupaten Bandung sebanyak 89.873 SR (361.356 Jiwa), Kota Cimahi sebanyak 14.559 SR (65.812 Jiwa), dan Kabupaten Bandung Barat sebanyak 11.738 SR atau 55.480 jiwa.

Teddy mengungkapkan, pada 6 Agustus 2024 BPBD Kabupaten Bandung telah mengeluarkan status siaga bencana kekeringan dan karhutla di Kabupaten Bandung, namun secara operasional pelayanan di wilayah Kabupaten Bandung masih relatif stabil.

Khususnya di wilayah 1 KP. Soreang, KP Ciwidey, KP Margaasih, KP Kutawaringin, Wilayah 2 KP Banjaran, KP Pangalengan, KP. Bojongsoang, KP Baleendah, KP Dayeuhkolot, dan wilayah 3 KP Ciparay, KP Rancaekek, KP Cileunyi, KP Cicalengka, dan KP Majalaya.

Sedangkan BPBD Kota Cimahi dan BPBD Kabupaten Bandung Barat sampai saat ini belum menetapkan status siaga bencana kekeringan dan karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

Sementara itu, berkaitan dengan standar kualitas air minum, Teddy menyebutkan bahwa kualitas air minum yang diolah dan didistribusikan kepada masyarakat Wilayah IV Cimahi sudah sesuai dengan standar baku mutu berdasarkan ketentuan standar kualitas air minum Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan.*

 

Pos terkait