Komunitas Disabilitas Tanpa Batas Indonesia Tersentuh dengan Visi Misi Paslon EDUN

Calon Wakil Bupati Bandung Barat, Unjang Asari menjenguk Jun Maulana (12), bocah yang menderita Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak asal Kampung Langensari RT 02/ RW 03, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (22/10/2024).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Ketua Komunitas Disabilitas Tanpa Batas (DTB) Indonesia, Corfied Magetan merasa tersentuh dengan visi dan misi pasangan calon (Paslon) Bupati Bandung Barat nomor 4, Edi Rusyandi – Unjang Asari.

“Saya perhatikan dari semua Paslon, baru kali ini menyisipkan inklusi atau kata lain dari disabilitas pada visi dan misi Bupati Bandung Barat,” kata Corfied Magetan usai mendampingi calon Wakil Bupati Bandung Barat, Unjang Asari menjenguk Jun Maulana (12), bocah yang menderita Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak
asal Kampung Langensari RT 02/ RW 03, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (22/10/2024).

Menurutnya, selama ini para kandidat kepala daerah hanya sekadar memanfaatkan para penyandang disabilitas untuk kepentingan politiknya. Datang hanya ketika saat kampanye tanpa memiliki konsep ke depan seperti apa bagi para penyandang disabilitas.

“Tapi tidak dengan Paslon EDUN ini, jelas menyisipkan inklusi di visi misinya. Ini berarti, pasangan EDUN sudah memperhatikan para penyandang disabilitas hingga ke depan,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, di Jawa Barat terdapat 120 ribu penyandang disabilitas yang memiliki hak suara di Pilkada Serentak 2024. Itu tidak termasuk dengan penyandang disabilitas yang belum memiliki hak pilih.

“Di Lembang saja yang tercatat ada 31 penyandang disabilitas, dimana 15 orang di antaranya anggota kami. Dari jumlah tersebut ada 4 orang penyandang disabilitas CP.

Calon Wakil Bupati Bandung Barat, Unjang Asari tak bisa menyembunyikan wajah terharunya ketika bertemu langsung dengan Jun Maulana penyandang disabilitas CP. Keseharian Jun sangat bergantung kepada kedua orangtuanya Atik Yulia (50) dan Mukti Efendi (53).

“Jujur hati saya tersentuh dengan kondisi Jun. Di balik itu, saya pun bangga dengan kedua orangtuanya yang telah merawat dengan penuh kasih sayang, walaupun mereka bukan dari keluarga mampu,” kata Kang Unjang didampingi Ketua DPD PSI KBB Lysa Veronica.

Di tempat itu, Kang Unjang sempat berdialog dengan beberapa orangtua yang juga memiliki anak penyandang disabilitas. Mereka menaruh harapan besar agar anak-anaknya mendapat perhatian dari pemerintah.

“Mereka ingin anak-anaknya mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara. Kami sampaikan memperhatikan kaum disabilitas baik keberlangsungan hidupnya dan menciptakan kreativitasnya merupakan bagian dari program EDUN,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu program EDUN untuk penyandang disabilitas adalah memberikan bekal keterampilan atau skill agar bisa berdaya tanpa tergantung pada orang lain.

“Selain itu, perlu diperhatikan pula kondisi kesehatan mereka dengan pendampingan yang masif. Di KBB itu ada sekitar 7.000 penyandang disabilitas yang tentunya perlu mendapat perhatian dari pemerintah,” tandasnya.*

 

Pos terkait