Mengenal Sosok Cabup Bandung Barat Edi Rusyandi, Putra Cipongkor yang Moncer di Karir Politik

Cabup Bandung Barat nomor urut 4, Edi Rusyandi. (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Edi Rusyandi adalah calon Bupati Bandung Barat nomor urut 4 yang berpasangan dengan Unjang Asari (EDUN). Edi menjadi sosok muda yang maju di kontestasi Pilkada Bandung Barat 2024.

Kang Edi biasa dipanggil merupakan pituin Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dilahirkan di Cipongkor, KBB pada 19 Januari 1982.

Kang Edi mengeyam pendidikan di MI Pasir Panjang, SMPN Cililin, SMA Al-Bidayah Cangkorah, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pernah pula menjalani pendidikan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Cipongkor, KBB, dan Pondok Pesantren Al Ihsan Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung.

Sejak dilahirkan hingga kini, memilih tetap tinggal di Cipongkor yang berjarak sekitar 42 kilometer dari Ibu Kota KBB, Ngamprah. Tepatnya di Kampung Lembur Sawah RT 001/RW 004, Desa Neglasari, Kecamatan Cipongkor.

Padahal, Kang Edi selama 5 tahun terakhir menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024. Bahkan, pada Pemilu Legislatif 2024 kembali terpilih. Namun kecintaannya pada kampung halaman, tak membuatnya berniat pindah ke daerah perkotaan.

Kang Edi memang sosok bersahaja, dan sederhana. Ketika Partai Golkar yang menjadi tempat meniti karir politiknya menjadi Cabup Bandung Barat, banyak yang meragukan keseriusannya.

Banyak kalangan yang meragukan Kang Edi maju di Pilkada KBB 2024. Mengingat politisi muda ini terpilih kembali menjadi anggota DPRD Jabar periode 2024-2029. Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, Kang Edi mendulang 72.222 suara.

Tapi semua keraguan itu tertepiskan manakala Kang Edi bersama Kang Unjang Asari mendeklarasikan dan mendaftar sebagai bakal pasangan calon ke KPU KBB.

Tentunya, ini menjadi pilihan sulit ketika melepas jabatan yang sudah pasti di tangan untuk mencoba peruntungan di jabatan lain.

Pilihan sulit ini bukan kali pertama bagi dirinya. Sebelumnya, ketika maju di Pileg 2019, Edi Rusyandi adalah pegawai negeri sipil (PNS) guru madrasah sejak 2009.

Pilihan maju di Pileg 2019, membuat Edi Rusyandi harus mengundurkan diri sebagai PNS. Untuk pertama kalinya “nyaleg” langsung meraih kursi di DPRD Jabar.

Kini, pendiri Organisasi Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat (Kembara) ini dihadapkan pilihan sama. Maju di Pilkada KBB dengan meninggalkan kursi DPRD Jawa Barat.

“Kita ikuti saja takdir Gusti dan serahkan kepada masyarakat. Kata orang tua saya, kedudukan jabatan itu jangan dikejar, tapi manakala diberikan amanah jangan menolak,” kata Kang Edi dalam sebuah kesempatan wawancara beberapa waktu lalu.

“Saya maju di Pilkada KBB demi mengembalikan arah pembangunan di Bandung Barat sesuai cita-cita para pendiri KBB, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Diusianya yang menuju kematangan berpolitik, sosok Edi Rusyandi memang sangatlah menarik. Dibalik kesederhanaannya, tapi memiliki rekam jejak perjalanan berorganisasi yang panjang.

Seabrek organisasi sudah dan sedang dijalaninya. Saat masih menjadi mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pernah menjabat sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat.

Wakil Ketua GP Ansor Jawa Barat (2015-Sekarang), Ketua DPD AMPI KBB (2022-2025), Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia / HKTI KBB (2023-2028) Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (2023-2025)

Selanjutnya, Bendahara IKA PMI Jawa Barat (2022-2027), Pembina Pagarnusa KBB, Dewan Pakar Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) PD KBB, Waka Ketua IKA SMA Al Bidayah Dewan Pembina Ormas BRIGEZ KBB, Pembina DPD SC-234 KBB, Majelis Pertimbangan Pemuda Pancasila KBB, dan Penasehat DPC PPSI Cipongkor KBB.

Berkat sepak terjangnya di sejumlah organisasi, dan aktif di kemasyarakatan membuat Kang Edi mendapat sejumlah penghargaan, antara lain KNPI Jabar sebagai tokoh yang berkontribusi dalam memajukan pembangunan pemuda di Jawa Barat pada 2019.

Selanjutnya HSN Award sebagai tokok yang berperan aktif dalam pembinaan lembaga pembinaan keagamaan Islam di KBB pada 2022, PGM Award sebagai tokoh yang berkontribusi dalam mendukung pendidikan madrasah tahun 2024, dan berbagai penghargaan lainnya.

Kini, kiprah sosok muda Bandung Barat ini sedang berjuang di kontestasi Pilkada 2024. Apakah pilihannya kali ini akan kembali mengulang kenangan manis 2019, ketika mundur sebagai PNS dan berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Jabar terulang kembali? Kita tunggu saja hasil di 27 November 2024 yang tinggal 20 hari lagi. *

Pos terkait