SATUMEDIA.ID – Persaingan memperebutkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V yang dijadwalkan berlangsung di Mason Pine Hotel, Minggu (2/8/2026).
Musda tersebut akan menentukan nahkoda baru DPD Partai Golkar KBB untuk masa bakti 2025–2030. Sejumlah nama kader senior maupun anggota legislatif disebut memiliki peluang untuk maju dalam kontestasi tersebut.
Di antaranya Ketua DPD Partai Golkar KBB yang juga Wakil Ketua DPRD KBB Dadan Supardan, anggota DPRD KBB Fraksi Golkar Asep Miftah Sofwan, politisi senior Ayi Sudrajat, Agus Mahdar Hilmi, Cecep Sudrajat, hingga Edi Rusyandi yang sebelumnya maju sebagai calon bupati pada Pilkada Bandung Barat 2024 berpasangan dengan Unjang Ansari.
Steering Committee (SC) Musda V DPD Partai Golkar KBB, Gaston Barus, mengatakan tahapan pendaftaran bakal calon ketua resmi dibuka mulai Jumat (31/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 24.00 WIB.
Ia menjelaskan, Musda kali ini tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua baru, tetapi juga menjadi sarana pendidikan politik bagi kader Partai Golkar. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri sekitar 1.200 peserta dan tamu undangan.
“Proses pendaftaran kami buka selama dua hari. Seluruh kader yang memenuhi ketentuan organisasi dipersilakan mengikuti proses pencalonan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Gaston di Kantor DPD Partai Golkar KBB, Kampung Cibatu, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Jumat (31/7/2026).
Menurut dia, penyelenggaraan Musda mengacu pada Blueprint Musda Partai Golkar Kabupaten/Kota Tahun 2026 serta surat persetujuan dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.
Musda V DPD Partai Golkar KBB mengusung tema “Bersatu dalam Langkah, Solid dalam Perjuangan, Maju dalam Karya”. Tema tersebut diharapkan menjadi semangat untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan kondusif.
Gaston menegaskan, forum Musda diharapkan melahirkan pemimpin yang mampu memperkuat organisasi serta meningkatkan prestasi politik Partai Golkar di Bandung Barat.
“Ketua yang terpilih nanti diharapkan mampu memperbesar kekuatan partai, termasuk meningkatkan perolehan kursi DPRD dari delapan menjadi 12 kursi serta membawa Golkar memenangkan Pilkada Bandung Barat 2029,” katanya.
Sementara itu, anggota SC Musda, Eber Simbolon, mengatakan seluruh persyaratan pencalonan telah diatur dalam Peraturan Organisasi Partai Golkar. Salah satu syaratnya ialah pernah menduduki jabatan struktural di Partai Golkar dan memiliki pendidikan minimal Diploma III (D3).
Selain itu, setiap bakal calon wajib memperoleh dukungan sedikitnya 30 persen dari 16 Pimpinan Kecamatan (PK) yang memiliki hak suara serta tercatat sebagai kader aktif yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA).
“Semua dokumen administrasi akan diverifikasi secara menyeluruh. Apabila ada persyaratan yang tidak terpenuhi, bakal calon tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ucap Eber.
Ia menjelaskan, terdapat 22 suara yang akan menentukan ketua DPD Partai Golkar KBB dalam Musda V. Hak suara tersebut berasal dari DPD Partai Golkar Jawa Barat, DPD Partai Golkar KBB demisioner, Dewan Pertimbangan, 16 Pimpinan Kecamatan, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta organisasi sayap.
Eber menambahkan, Musda V DPD Partai Golkar KBB menjadi yang pertama digelar di antara 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Karena itu, pelaksanaannya diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain.
“DPD Partai Golkar Jawa Barat berharap Musda di Bandung Barat dapat menjadi acuan penyelenggaraan yang profesional, demokratis, sekaligus mampu menghasilkan kepemimpinan yang memperkuat partai tanpa mengganggu soliditas kader,” tutur Eber.*





