SATUMEDIA.ID – Carut-marut Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengundang keprihatinan sejumlah elemen masyarakat. Pasalnya, berbagai dugaan kecurangan, pelanggaran hingga money politics atau politik uang terjadi secara terang-terangan.
Menyikapi permasalahan tersebut, Calon Bupati Bandung Barat nomor urut 4, Edi Rusyandi mengatakan, pihaknya bersama elemen masyarakat lainnya akan terus melakukan pengawalan hingga menuntaskannya.
“Hal ini harus terus dikawal lantaran kejadiannya sudah terlampau parah, sudah menihilkan nurani dan kewarasan nilai-nilai perpolitikan berdemokrasi,” kata Edi Rusyandi, beberapa hari lalu.
Ia menyayangkan, kontestasi Pilkada di Bandung Barat dirusak oleh money politics yang begitu masif. Mencederai demokrasi yang tadinya diharapkan berlangsung jujur, adil, demokratis ternyata jauh dari harapan.
“Sudah bukan menjadi rahasia publik lagi dalam perjalanan pelaksanaan Pilkada di Bandung Barat terjadi pengerahan struktur pemerintah yang bermain dan kemudian digalang untuk memenangkan paslon tertentu,’ ungkap Edi.
Oleh karena itu, seluruh tim koalisi EDUN telah sepakat untuk melakukan langkah-langkah hukum secara prosedural dan dijamin oleh Undang-Undang.
“Kami memberikan kuasa hukum kepada tim koalisi EDUN untuk menempuh langkah-langkah yang dianggap perlu dalam melakukan pengaduan dan pelaporan terhadap fenomena yang terjadi dalam Pilkada ini,” ujarnya.
Sementara itu, tim advokasi hukum EDUN membuat posko pengaduan baik secara offline maupun online yang bertujuan untuk membuka ruang partisipasi masyarakat untuk mereka bisa melaporkan berbagai peristiwa dan kejadian yang berlangsung kemarin.
“Tim kuasa hukum kami juga telah berkomunikasi dengan tim hukum paslon lain, paslon 3 dan 5 untuk melakukan langkah hukum yang akan ditindaklanjuti dengan mengumpulkan data dan fakta dugaan pelanggaran tersebut,” ujarnya.*





